oleh

Komplotan Pengoplos Gas Dibekuk

RADARLAMPUNG.CO.ID- Aparat polres Metro mengungkap kasus dugaan pengoplosan gas elpiji. Dalam kasus ini, petugas berhasil mengamankan MS (37), MA (23) dan RA (23). Ketiganya diduga mengoplos gas 12 kg dengan memakai gas dari tabung ukuran 3 kg.

Dari aksinya itu, MS dan komplotannya berhasil meraup omset sekitar Rp 7 juta setiap bulan. Pengoplosan dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu. Jumlah tabungnya, lanjut dia, tidak menentu. ”

Sudah lima bulanan kami melakukan ini. Omset Rp 7 jutaan setiap bulannya, untuk bayar pegawai dan juga untuk beli tabung lagi,” ujar MS saat press rilis di Polres Metro, Senin (10/12).

Ia menambahkan, ia terpaksa melakukan pengoplosan gas tersebut karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. “Ya karena gak punya kerjaan. Dari merantau pulang ke sini, terus melakukan usaha ini. Iya tahu kalau ini salah,” katanya lesu.

METRO- Kepolisian Resor (Polres) Metro mengamankan pengoplos gas elpiji 12 kg pada Kamis (6/12) lalu di Kecamatan Metro Timur. Yakni MS (37), MA (23), dan RA (23).

Waka Polres Metro Kompol Listyono Dwi Nugroho menyatakan, gas oplosan 12 kg tersebut beredar di wilayah Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

“Jadi mereka membeli tabung 3 kg dari warung-warung di Kota Metro. Lalu mengoplosnya ke tabung 12 kg dan menjualnya dengan harga murah berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 125 ribu. Sehingga setiap bulan dapat meraup omset sekitar Rp 7 jutaan,” jelas Listyono dalam press rilis di Polres Metro, Senin (10/12).

Ia menjelaskan, para pelaku membutuhkan empat tabung 3 kg subsidi dengan harga Rp 23 ribu pertabungnya untuk mengisi tabung 12 kg nonsubsidi. “Dari satu tabung, keuntungan sekitar Rp 20ribu hingga Rp 28 ribu. Dalam seminggu dapat menghasilkan sekitar 30 tabung gas 12 kg,” katanya. (rur/wdi)

Komentar

Rekomendasi