oleh

KPU Bakal Siapkan 4 TPS di Lapas Rajabasa

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lembaga permasyarakatan (lapas) dan rumahsakit (RS) harus memenuhi persyaratan berlaku. Hal ini dikemukakan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung Ferry Triatmojo kemarin.

Menurutnya, di lapas Kelas IA Bandarlampung (lapas Rajabasa), KPU akan mendirikan 4 TPS. “Kalau di lapas, kan lapas mengantisipasi pemilih dan wargabinaan karena ada 1000 orang. Inilah yang akan dimasukan memilih di 4 TPS. Jadi mereka pemilih berdasarkan data DPT ada yang dengan status pemilih pindahan dan tambahan. Tapi kan yang masuk dalam DPT sedikit, maka pemilih masuk kategori pemilih dengan form AC,” jelas Ferry.

Dengan masuknya kategori pemilih AC maka walaupun warga binaaan tak memiliki NIK dan NKK diasumsikan dia memenuhi syarat pemilih dengan syarat pemilih. Di mana, pemilih masuk dalam kategori pemilih pindahan dan tambahan.

“Tetap saja, kalau di Bandarlampung kan daerah Lapas rajabasa itu Dapil 6, jadi kalau warga Bandarlampung didapil itu ya bisa ikut milih sampai tingkat Kota Bandarlampung. Tapi kalau diluar Bandarlampung, bahkan diluar Lampung harus dilihat dapilnya. Kalau dia diluar Lampung alamatnya ya dia hanya bisa memilih Pilpres saja,” jelas Feri melalui ponselnya Senin (10/12).

Pengaturan dapil juga diterapkan untuk pendirian TPS di rumah sakit. Dengan demikian pasien, keluarga pasien dan tenaga medis bisa terakomodir. “Di rumah sakit sama saja, statusnya pindahan dan tambahan. Dalam pendataannya kami juga memperhatikan faktor BPJS, kan sekarang maksimal inap 3 hari. Jadi pendataannya kami menunggu dari rumah sakit, BPJS kami jadikan pertimbangan,” tambah Ferry.

Di RSUD Abdoel Moeloek sendiri akan dibukan 3 TPS. Alasannya pada Pilgub lalu terdapat 600 lebih pemilih disana. “Karena maksimal 300 pemilih per TPS makanya kami sediakan 3 TPS disana. Untuk menampung lah biar lebih banyak,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi