oleh

Tak Beri Kotribusi, Keberlanjutan PD PMP Lambar Kian Terancam

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rencana penghentian penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah (PD) Pesagi Mandiri Perkasa (PMP) Lampung Barat, yang kini dalam pembahasan rencana peraturan daerah (Ranperda) kabupaten setempat, tampaknya tidak sebatas penghentian penyerataan modal.

Nasib PD PMP yang didirikan pemerintah daerah pada tahun 2012 lalu itu, kini kian di ujung tanduk. Sejak berdiri tidak ada kontribusi terhadap daerah, puncaknya akhir-akhir ini, perusahaan plat merah tersebut seolah ‘hidup segan mati tak mau’.

Miliaran rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lambar yang telah dihabiskan perusahaan tersebut sejak awal berdiri kini memunculkan pertanyaan dari kalangan legislatif. Seperti Senin (10/12), Komisi II DPRD Lambar bersama pihak eksekutif melakukan pembahasan lanjutan terkait Ranperda tentang penghentian penyertaan modal ke PD PMP.

Ketua Komisi II Selamat, S.E., juga mempertanyakan tindaklanjut kedepan setelah pengentian modal dilakukan. ”Ini kan akan dilakukan pengentian penyertaan modal, jadi apakah akan ada dampak (pembubaran) kepada perusahaan itu atau tidak?,” ungkap Selamat.

Sementara sekretaris Komisi II Ismun Zani, S.Ip., juga mempertanyakan pertanggungjawaban direksi PD PMP terkait penggunaan anggaran sejak berdiri hingga tahun ini. Dan menurutnya, perlu dilakukan hearing khusus bersama dengan direksi.

”Kita harus mengagendakan hearing khusus bersama direksi, untuk mempertanyakan pertanggungjawaban mulai dari dibangun sampai sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar Ir. Okmal, M.Si., mengaku setuju jika Perda itu dicabut. Karena kalau terus dilanjutkan akan menjadi beban pemerintah daerah, sebab penyerataan modal yang direncanakan sebelumnya yakni untuk kegunaan pembangunan SPBU di Kecamatan Sekincau, ternyata dalam perjalannya menemui kendala. (nop/sur)

Komentar

Rekomendasi