oleh

Hasil Klarifikasi KPU Lamsel Jadi Bahan Penentuan KPU Provinsi

RADARLAMPUNG.CO.ID – KPU Lampung telah menyelesaikan klarifikasi terhadap lima Komisioner KPU Lampung Selatan (Lamsel) semalam (10/12). Hasilnya, Komisioner KPU Lampung Sholihin mengatakan akan menjadi bahan pertimbangan pleno KPU Lampung.

Coing -sapaan akrab Sholihin- mengatakan, kelima Komusioner KPU Lamsel telah dipanggil. Hal ini dilakukan sesuai permintaan KPU Lampung dengan maksud menggali keterangan atas dugaan pelanggaran kode etik pada penyelenggara di Lamsel.

“Sudah kelimanya kita panggil, tapi belum diplenokan. Baru mendengarkan saja. Pemanggilan ini memang kami jadikan sebagai bahan menggali dan investigasi. Intinya kami minta keterangan terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara di Lamsel. Baik itu tingkat kabupaten (KPU), kecamatan (PPK), maupun kelurahan (PPS),” jelas Coing di kantornya Selasa (11/12).

Dalam menggali persoalan ini, KPU Lampung hendak mengetahui keterlibatan salah peserta pemilu (dugaan keterlibatan caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil Lampung 1 Imer Darius) dalam mengkonsolidir penyelengara sesuai tuduhan laporan yang masuk ke Bawaslu Lamsel.

“Jawaban mereka beragam, tapi belum bisa kami kerucutkan. Kalau semalam yang kami panggil kelimanya satu-satu, sampai sekretaris,” jelasnya.

Untuk menentukan sikap, KPU Lampung akan memplenokan hasil klarifikasi tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya. Mengenai pleno, direncanakan paling lama Senin pekan depan. Coing menyebut dalam memplenokan hasil ini minimal harus kuorum komisioner KPU Lampung sebagai syarat pleno.

“Yang jelas kalau kami mendapatkan jawaban dari proses investigasi, selama memanggil PPK dan KPU. Apapun hasil pleno, misalnya penyelenggara menyalahi kode etik, akan kami berhentikan sementara dan laporan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” jelas Coing.

Kemudian, jika memang ada dugaan pelanggaran pemilu, akan dilaporkan ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) untuk diproses. “Sementara jika ada unsur gratifikasi terhadap penyelenggara, akan kami laporkan ke kepolisian,” jelas Coing. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi