oleh

Muchlis Bernyanyi Sebut KPLP Juga Bertanggung Jawab

RADARLAMPUNG.CO.ID – Muchlis Adjie, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kalianda, Lampung Selatan, kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (11/12).

Dalam persidangan itu, Muchlis tidak mengakui perbuatannya dalam kasus pemufakatan kejahatan bersama terdakwa Marzuli dan Rechal Oksa Haris yang terbukti memasukan sabu ke dalam lapas. Dan, ia menuding semua pengawasan ada di tangan KPLP yang sebelumnya dijabat Sutarjo.

“Semua pengawasan itu dia (Sutarjo) yang berperan. Termasuk di bidang pengamanan, masuk barang, dan izin masuk itu atas izin dia,” aku Muchlis di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Mansur.

Menurutnya, selama menjabat ia juga tidak mempunyai keakraban dengan KPLP Sutarjo. Dan tidak mempunyai visi terkait peraturan tata tertib di dalam itu. “Seharusnya (Sutarjo, Red) juga ditanyai dan dia juga mempunyai peran yang penting,” ungkapnya.

Namun dirinya tidak menggelak terkait uang yang diterimannya dari Marzuli ke dirinya sebesar Rp5 juta. “Iya soal uang itu benar dia kirim uang ke rekening saya. Tetapi bukan saya yang mengambilnya,” jelasnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Kurniawan menjelaskan, dalam kesimpulan di persidangan terdakwa menjelaskan bahwa terdakwa dan KPLP Sutarjo tidak mempunyai satu visi terkait peraturan tata tertib di dalam itu.

“Apalagi KPLP ini sudah 13 tahun, sepertinya yang mengambil peranan di situ Sutarjo (KPLP). Makanya saya tanyakan di persidangan terkait peran daripada Muchlis ini,” jelas Andri.

Bagaimana terkait ucapan terdakwa yang selalu menyebutkan KPLP selalu berperan penting dalam mengatur semua peraturan di lapas? “Pengembangannya itu tergantung penyidik. Jadi terserah penyidik mau dikembangkan atau tidak terkait keterlimbatan KPLP,” terangnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi