oleh

Sempat Mangkir Kerja hingga Satu Pekan dan Tak Jalankan Tupoksi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI yang digelar di KPU Lampung Selasa (11/12), guna menyidang Agus Supriyanto, Komisioner KPU Pringsewu, terkait kode etik penyelenggara menghadirkan tiga anggota KPU Pringsewu sebagai pihak terkait.

Selaku Ketua KPU Pringsewu A. Andoyo mengatakan Agus mulai jarang masuk ke kantor satu tahun belakangan. Menjelang pleno, Andoyo menyebut pihaknya selalu memberi tahu jika KPU Pringsewu akan melakukan pleno. Namun dalam sejumlah pleno, Agus tetap kerap tidak hadir.

“Soal pleno, sebelum pleno kan sudah kami informasikan pleno, walau hanya melalui telfon. Terkadang (Agus) hadir kadang tidak, kalau hadir biasanya juga nggak sampai selesai pleno,” ujar Andoyo.

Dari 9 pleno yang tercatat oleh KPU Pringsewu tak dihadiri Agus, Andoyo mengatakan beberapa diantaranya Agus tetap hadir. Namun, karena tak pernah hadir sampai selesai maka banyak berita acara hasil pleno tidak ditantangani Agus.

Soal absensi Agus, Andoyo menyebut Agus tak setiap hari ke kantor. “Kadang satu minggu full nggak hadir. Kalau hadir juga saya kadang tidak bertemu,” sebut Andoyo.

Kemudian, terkait tugas sebagai koordinator divisi Sosialisasi ternyata kerap tak dijalankan Agus sesuai tupoksinya. Bahkan jadwal sosialisasi pun tidak diberikan. Hal ini menyebabkan Andoyo dan Wasito mengambil alih tugasnya dalam divisi sosialisasi.

“Alasannya izin katanya ada kegiatan pribadi. Mulai hajatan, sodara meninggal, setelah diingatkan tidak ada perubahan. Dia kadang hadir namun tugasnya tidak dilakukan sepenuh hati,” tambah Andoyo.

Menanggapi hal ini, Agus selaku teradu mengaku heran dan mempersilahkan KPU Pringsewu menunjukan bukti bahwa dirinya tidak pernah berkantor hingga satu minggu. Agus mengatakan dirinya selalu hadir, bahkan saat pleno. Meskipun Agus tak dapat membuktikan kehadirannya.

Kemudian, Agus yang sedang menjalani kuliah strata 2 di salah satu universitas di Tangerang Selatan ini mengaku tidak bermasalah dengan statusnya bersamaan penyelenggaraan Pilgub 2018 lalu. “Saya sedang cuti, tapi secara lisan saja bukti cutinya. Karena di sana bisa, kalau bukti aslinya saya tidak ada,” tambahnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi