oleh

Beraksi Dini Hari, Jual Truck Curian Rp50-75 Juta

RADARLAMPUNG.CO.ID – Guna melancarkan aksinya, kelompok sindikat pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis mobil truck dan pick up lintas provinsi yang diungkap Polres Tulangbawang berbagi tugas masing-masing.

“Mereka saling berkolaborasi, pelaku Suratno yang berasal dari Lampung Tengah memiliki tugas menggambar dan mencarikan sasaran. Sementara dua pelaku dari Oku Timur bertugas memetik atau mengambil dari lokasi,” kata Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi saat rilis di halaman Mapolres setempat, Rabu (12/12).

Kapolres menerangkan, kelompok pertama yang beranggotakan satu warga Lampung Tengah dan dua warga Oku Timur merupakan kelompok baru dan belum pernah melakukan tindak pidana sebelumnya. “Kalau satu kelompok lagi yang saat ini ditangani Polres Waykanan merupakan residivis kasus yang sama. Dua anggotanya masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Syaiful menerangkan, sasaran dari kelompok sindikat spesialis mobil truck dan pick up lintas provinsi tersebut adalah parkiran dan kondisi rumah yang tidak memiliki gerbang atau terbuka. “Mereka spesialis malam hari. Jam kerja mereka antara jam dua sampai tiga pagi,” jelasnya.

Sementara itu, Idrus Salam (29) warga Desa Kotanegara, Keselamatan Kadangsuka, Oku Timur, Sumatera Selatan kepada radarlampung.co.id mengaku hanya bertugas mengantarkan mobil hasil curian kepada calon pembeli. “Saya baru (ikut). Cuma mengantarkan (hasil curian),” akunya.

Di tempat yang sama, Hariyanto (30) yang juga warga Oku Timur mengaku baru satu bulan ikut melakukan aksi pencurian kendaraan roda empat. “Satu bulan, dua kali ikut (aksi) di Lampung. Kenal mereka (Idrus dan Suratno) karena sama-sama sopir. Uangnya untuk kebutuhan sehari hari,” ungkap bapak tiga anak itu.

Sementara, Suratno (38) warga Kampung Sidomulyo, Punggur, Lampung Tengah mengaku hanya bertugas menggambar calon korban dan menjual hasil curian. “Saya yang memasarkan. Untuk harga tergantung yang mau beli, pasaran sekitar 50 sampai 75 juta,” terangnya.

Dalam melakukan penjualan, kelompok ini terbilang lihai. Sebelum dijual, mobil hasil curian mereka rubah dengan mengganti cat, menambahkan skotlet dan mengganti beberapa onderdil seperti ban dan lainnya, agar tidak diketahui polisi. Mereka terancam pasal 363 (1) KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi