oleh

Kinerja Gugus Tugas Pemantau Pemilu Dikritik

radarlampung.co.id – Kinerja gugus tugas pemantau pemilu 2019 mendapatkan kritik. Hal ini salah satu peserta workshop dari pusat kajian dan konstitusi perundangan hukum Universitas Lampung (Unila) Budiono yang berlangsung di Begadang Resto, Rabu (12/12).

Budiono menyayangkan kegiatan ini hanya menyasar pada pemantau yang harusnya sudah selesai sebelum masuk masa kampanye. Bahkan, dia sengaja hadir dalam kegiatan ini dan meninggalkan 5 ujian thesis mahasiswanya. Sayangnya, saat dirinya rela menghadiri kegiatan workoshop gugus tugas ini tak membahas evaluasi yang telah dilakukan.

Padahal dalam gugus tugas sendiri terdiri KPU Lampung, Bawaslu Lampung dan KPID Lampung. “Kami kira, kami diundang ini akan memberikan solusi dari apa yang sudah dilakukan. Apa ada kendala gugus tugas di lapangan? Namun tidak ada, padahal membuat pedoman teknis namun hanya sekedar usulan bersama tanpa ada konritnya,” jelas Budiono.

Menurutnya lebih baik membahas persoalan terutama media. Di mana sekarang banyak media terbelah. Harusnya media memberikan informasi yang benar kemasyarkat meskipun tahu siapa dibelakangnya. Apalagi pemilu 2019 ini panjang dan panasnya minta ampun.

Sementara perwakilan Komisi Informasi (KI) Lampung, Wulan meminta KPID Lampung mengontrol media karena tak dapat dipingkiri susah mencari kebenaran informasi apakah hoax atau tidak.

“Iya kalau dimedia susah kontrolnya, berita hoax atau tidak tidak tahu. Dari KPID belum ada aturan jelas bagaimana sistem pengawasan di media. Karena mungkin ada tim analis, masih ngambang, masih belum terasa. Hilir mudik informasi media susah sekali mengcounter itu. Apa ada formulasi yang tepat menghadapi pileg dan pilpres belum pas di real, karena saat ini hanya teori,” tandasnya. (rma/kyd)

Komentar

Rekomendasi