oleh

Anggota Dewan Laporkan Rekan Seprofesi ke Polda Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Martin Sofyan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melaporkan dugaan penyebaran berita hoaks ke Polda Lampung terkait permasalahan pengesahan APBD tahun 2019 Kabupaten Pesbar.

Laporan itu tertuang berdasarkan nomor LP/855/XII/2018/SPKT, Kamis 6 Desember 2018, terkait dugaan pelanggaran Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Martin Sofyan saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (13/12) kepada Radarlampung.co.id, menjelaskan dirinya melaporkan April Lizwar yang juga anggota DPRD Kabupaten Pesbar lantaran memberikan informasi menyebutnya sebagai legislator yang meminta deal-dealan sebuah proyek pembangunan kepada eskekutif.

“Jadi saya melaporkan terkait UUD ITE, karena dia merekam percakapan pribadi saya dengan dia. Terkait pembahasan saya dengan eksekutif. Padahal saya enggak pernah ngomong seperti itu, dibuatnya seolah-olah bercakap kepada eksekutif untuk deal-dealan sebuah proyek,” ujar Martin.

Menurutnya, penyebaran informasi hoaks ini bisa membunuh karakternya. Dikarenakan pada tahun 2019 dia kembali akan memajukan diri sebagai calon legislatif. “Ya, jelas ini membunuh dan mematikan karakter saya. Jadi, harapan saya kasus ini bisa diproses,” tuturnya.

Sementara itu, April Lizwar justru bersyukur atas laporan yang dilakukan Martin Sofyan. “Tanggapannya bagus dan bersyukur. Ya makanya nanti kan terbukti fitnah atau fakta setelah saya memberikan keterangan kepada penyidik. Kalau fitnah itu kan barang yang tidak ada, dikatakan ada. Tetapi kalau barangnya ada mau fitnah bagaimana,” ungkapnya.

Lalu, terkait deal-dealan proyek itu memang ada benarnya, dan ia juga mengaku mendengar jelas rekaman itu Martin membicarakan uang hingga puluhan juta. “Rekamannya juga ada kok. Direkaman itu dia ngomongin duit Rp50 juta, Rp500 juta untuk proyek, dan ada direkaman itu, kita juga enggak ngada-ada kok, makanya bersyukur atas laporan itu dan nanti bisa terbuka semua,” bebernya.

Menurutnya, apabila ia dipanggil penyidik terkait laporan itu, ia dengan senang hati datang dan membeberkan semuanya. “Dia kan menggali kubur sendiri. Jadi kalau dipanggil saya akan datang dan kita buka semua,” terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih mengatakan saat ini pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini masih dalam penyidikan pihaknya. “Ya, sudah diterima saat ini sedang kita tangani,” singkatnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi