oleh

Kapolres: Harusnya Kakam Menggunakan Pengawalan Polisi, Gratis Kok

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aksi pecah kaca seharusnya dapat dihindari, andai saja kepala kampung (Kakam) menggunakan pengawalan aparat kepolisian pasca mengambil uang di bank. Hal ini dikatakan Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi saat dikonfirmasi radarlampung.co.id.

“Benar. Dimohon kepada seluruh warga Tulangbawang dan Tulangbawang Barat, khususnya kepala kampung/tiyuh yang mau mengambil uang di bank dipersilahkan meminta pengawalan dari Polres Tulangbawang. Pengawalan tidak dipungut biaya,” jelas Kapolres, Kamis (13/12).

Senada, hal tersebut juga diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung/Kelurahan Yen Dahren. Menurutnya, peristiwa tersebut dapat dihindari jika Kakam menggunakan pengawalan dari pihak kepolisian.

“Iya (seharusnya memakai pengawalan polisi). Bank kan memang sudah menyiapkan kalau mereka (Kakam) mau,” ungkap Yen Dahren.

Mantan Kadiskominfo Tulangbawang itu menambahkan, peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran bagi seluruh kepala kampung yang baru mencairkan dana desa, alokasi dana kampung, maupun penghasilan tetap (Siltap) untuk lebih berhati hati. “Ya terpaksa harus diganti,” tutupnya.

Diberitakan, aksi pencurian modus pecah kaca terjadi di jalan ethanol, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, sekitar pukul 12.00 WIB. Krisbandi, kepala kampung (Kakam) Sidomakmur, Kecamatan Gedungaji Baru, harus kehilangan uang Rp177 juta. Uang tersebut merupakan dana penghasilan tetap (Siltap) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) yang baru diambil dari bank. (nal/sur) 

Komentar

Rekomendasi