oleh

Kemenag Tubaba Tak Miliki Data Pasutri Tanpa Buku Nikah, Hayuk Atuh Urus

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Tulangbawang Barat (Tubaba) siap melayani penerbitan buku nikah bagi pasangan suami istri yang telah resmi menikah, tapi tidak disertai bukti sah pernikahannya. Dengan catatan, hal itu dilakukan setelah ada Keputusan Sidang Isbat Nikah dari Pengadilan Agama.

Demikian diungkapkan Kasi Bimas Islam pada Kemenag Tubaba Efrizon, S.Ag, MH. ”Asalkan sudah melalui sidang isbat nikah dan sudah ada amar putusannya, Kemenag melalui Kantor Urusan Agaman (KUA) di masing-masing kecamatan siap melayani pengajuan penerbitan buku nikah dari masyarakat secara mandiri,” ungkapnya saat ditemui Radar Tuba (grup Radar Lampung) di ruang kerjanya, Kamis (13/12) kemarin.

Diakuinya, Kemenag Tubaba hingga saat ini memang tidak memiliki data riil terkait pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah, namun pihaknya yakin masih ada yang hingga saat ini belum memilikinya. ”Di Tubaba pasti ada (tidak memiliki buku nikah), khususnya yang menikah sebelum tahun 80-an,” cetusnya.

Menurutnya, hal tersebut wajar  karena saat itu masih banyak kendala yang dihadapi, salah satunya adalah jarak tempuh yang cukup memakan waktu dan merepotkan untuk mengurus administrasi pernikahan, belum lagi keterbatasan SDM kala itu.

”Ketidaktahuan masyarakat saat itu tentang pentingnya buku nikah juga menjadi faktor, dan buku nikah juga waktu itu memang belum dianggap keperluan vital. Kalau sekarang, banyak hal yang mewajibkan menyertakan buku nikah sebagai syarat,” terangnya.

Yang jelas, kata dia, bagi masyarakat yang ingin mengajukan penerbitan buku nikah harus diurus lebih dulu ke Pengadilan Agama. “Kalau sudah ada keputusan sidang isbat, langsung saja datang untuk mengurusnya ke KUA. Kita siap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, seperti sekarang ini buku nikah bagi catin (calon pengantin) kita upayakan sudah jadi saat nikah,” pungkasnya. (fei/ded/sur)

Komentar

Rekomendasi