oleh

10 Ribu Guru Honorer Lampung Tunggu Juklak-Juknis Tentang PPPK

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebanyak lebih kurang 10 ribu honor K2 di Lampung menunggu juklak dan juknis Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Peraturan yang diharapkan membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar pegawai negeri sipil (PNS). Honorer yang berusia di atas 35 tahun diharapkan bisa diprioritaskan diangkat menjadi pegawai negeri.

Ketua DPD FTH SNI Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia Bandarlampung Samsul kepada Radar Lampung saat ditemui mengatakan, saat ini honorer K2 menunggu juklak dan juknisnya.

Menurutnya peraturan tersebut sangat dinantikan honorer, karena sangat membantu. Soal PPPK menurut informasi yang diperoleh, akan ada Peraturan Presiden yang mengatur tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Saat ini sedang diproses, menunggu telaah terakhir menteri keuangan.

“Honorer yang termasuk dalam PPPK ini yakni honorer K2 yang tidak lulus sertifikasi. Sehingga, nomor tes inilah yang akan menjadi buktinya,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (14/12).

Selain itu, lanjut dia, menurut Mendikbud RI Muhadjir Effendy PPPK tersebut merupakan usulan Kemendikbud untuk memberikan peluang kepada guru-guru honorer. Terutama mereka yang telah berusia di atas 35 tahun karena batas usia untuk PNS maksimun 35 tahun.

Sementara, sambung dia, banyak sekali guru-guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun. “Dengan PPPK itu masih ada peluang mereka, tetapi tetap ada tes, mereka juga harus belajar sungguh-sungguh supaya bisa lulus,” tuturnya.

Terkait syarat-syarat kualifikasi akademik yang dibutuhkan dalam jalur PPPK merupakan kewenangan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan). Namun, ia berharap kualifikasi yang dibutuhkan nantinya adalah yang sesuai kebutuhan.

“Jadi kita sudah punya slot sesuai mata pelajaran sesuai bidang masing-masing, kita tidak bisa kemudian menerima, (soal linier atau tidak dengan jurusan kuliahnya) itu termasuk kualifikasi akademik, ada kompetensi,” ujarnya. (apr/sur)



Komentar

Rekomendasi