oleh

Terinspirasi dari Youtube, Mahasiswa Teknokrat Sukses Ber-entrepreneur

RADARLAMPUNG.CO.ID – Inspirasi terkadang datang tak terduga. Salah satunya dialamai Anugrah Juliansyah, yang kini sukses mengembangkan usaha sate pisang.

Mahasiswa semester 5 Program Studi Informatika, FTIK Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) ini bahkan memiliki tiga titik dagang. Semua itu dibukanya hanya kurun empat bulan berjalan, sejak Agustus 2018.

“Saat ini saya memiliki tiga tempat di Teknokrat, di seberang Darmajaya, dan di Poltekes. Bentar lagi saya tambah satu di Malahayati,” imbuhnya kepada Radar Lampung, Jumat (14/12).

Menurutnya, prospek sate pisang saat ini sangat menguntungkan. Dirinya mampu meraup pendapatan bersih Rp6 juta per bulan dari tiga outlate yang dia tempatkan lingkungan kampus itu.

“Dengan tiga outlate itu saya memperkejakan 3 karyawan dan satu karyawan yang mengadon racikan pisang,” katanya.

Atas keberhasilannya itu, dirinya yakin, akan mengembangkan outlet hingga 5 titik dengan mempekerjakan karyawan tambahan. “Saat ini masih turun tangan kesana-kemari mengawasi tiga titik, tahun depan saya berencana cari asisten untuk mengawasi dagangan saya, sehingga bisa fokus kuliah,” paparnya.

Dagangannya itu terispirasi dari jajanan pisang yang di-posting di youtube. Menurutnya, Lampung menjadi tempat yang cocok untuk mengembang usaha tersebut, selain bahan dasarnya murah juga mudah didapat. Satu turuk sate pisang dihargai Rp5 ribu.

“Saya pakai pisang jantan yang matang, selain murah pisang jantan mudah didapat, secara Lampung tempatnya pisang,” ujarnya.

Mahasiswa zaman saat ini, kata Anugrah, harus berani berwirausaha, karena di bangku kuliahlah potensi itu bisa maksimal. “Apapun dagangannya harus dicoba,” imbuhnya.

Anugrah mengaku, tak kesulitan melaksanakan kegiatan berwirausaha, meskipun saat ini dirinya masih aktif kuliah. Bahkan dirinya mampu mendapatkan IPK 3.00.

Tentu itu menjadi konsekuensi, sehingga dirinya berpesan mahasiswa harus mampu mengatur waktu. “Manage waktu harus pas, kapan bekerja kapan kuliah, belajar mengatur waktu,” tuturnya.

Kaum milenial tentu tak terlepas dari sosial media, peluang teknologi yang sangat luas tersebut juga menjadi kuncinya dalam mempromosikan dagangan. Pria yang aktif latihan Karate Inkai ini memiliki akun instagram @misangkuy_bdl sebagai alat promosinya.

Anugrah hingga kini masih menjadi atlet Karate andalan Lampung. Bahkan dirinya baru-baru ini meraih medali emas, kelas komite beregu putera, dalam kejuraan SBY Cup 2018.

Selain menu sate pisang, dirinya juga menyelingi menu makanan ringan lainnya, seperti sate telor dengan harga 1 tusuk seribu atau 12 tusuk Rp10 ribu, dan es babel seharga Rp5 ribu per cup.

“Menurut saya dagangan seperti ini mudah hits, selain itu murah, ngenyangin, dan berkualitas,” ujarnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi