oleh

Harga Karet Jatuh, Petani Beralih ke Singkong

radarlampung.co.id – Jatuhnya harga karet di Tulangbawang Barat (Tubaba) membuat masyarakat mengalihkan usahanya ke tanaman singkong. Meskipun rendah, namun masih lebih baik dibanding harga karet.

Joni (33), warga Tiyuh Panaragan Jayaindah, Kecamatan Tulangbawang Tengah mengatakan, saat ini komoditas karet tidak memberikan keuntungan. Dari satu hektare lahan, hanya menghasilkan sekitar Rp6 juta per tahun.

Hasil tersebut belum dikurangi biaya pupuk sekitar Rp1,2 juta, dan biaya pembersihan Rp700 ribu. ”Sisanya itu yang menjadi hasil kita per tahun,” kata Joni, Minggu (16/12).

Tidak hanya itu. Kayu karet juga kurang diminati. Kalau pun ada, diperuntukkan kayu bakar dengan harga Rp300-Rp500 ribu per mobil.

Hal sama disampaikan Sepri (32), petani lainnya. Saat ini lahan seluas 13 hektare yang mereka garap akan ditebang dan digunakan untuk menanam singkong.

Sementara Makmun (47), warga Tiyuh Pulungkencana, Kecamatan Tuba Tengah, mengatakan, pihaknya sedang menunggu pekerja yang akan menebang pohon pada lahan seluas 5,25 hektare.  “Sekarang sedang nunggu yang memotongnya,” kata Makmun. (fei/ais)

 

 

Komentar

Rekomendasi