oleh

Soal Eksplorasi Migas, Pemilik Lahan Boleh Tunjuk Appraisal

radarlampung.co.id – Belum ada kesepakatan harga dengan pemilik lahan terkait rencana eksplorasi cadangan minyak dan gas (migas) di Lampung Tengah. Karena itu, penilaian harga ditentukan tim appraisal yang baru dan pemilik lahan bisa menunjuknya.

Hal ini disimpulkan dalam pertemuan antara PT Harpindo Mitra Kharisma (HMK) bersama Pemkab Lampung Tengah, Selsa (18/12). ”Penaksiran harga oleh tim appraisal baru. Pemilik lahan dan pihak PT HMK bisa menunjuk tim appraisal. Tapi, tim resmi atau legal. Bukan abal-abal,” tegas Sekretaris Kabupaten Adi Erlansyah.

Adi mengatakan, pemkab mendukung program pemerintah pusat untuk eksplorasi cadangan migas. “Memang benar, terkait harga lahan yang akan dieksplorasi, belum memenuhi kata sepakat. Pemilik lahan menolak harga yang ditawarkan sebelumnya Rp35 ribu per meter,” ujarnya.

Sementara Mr. Huang Xi Hua dan Mr. Ricky dari PT Harpindo Mitra Kharisma (HMK) enggan berkomentar. “I am sorry. We still meeting,” sebut dia.

Diketahui, eksplorasi cadangan migas di Kampung Tanjungratu Ilir, Kecamatan Waypengubuan terhambat. Ini terjadi lantaran harga lahan seluas dua hektare yang akan dieksplorasi dinilai belum memenuhi rasa keadilan.

Pihak PT Harpindo Mitra Kharisma (HMK) sebagai pemenang tender pengembangan wilayah kerja III migas atau SKK Migas belum bisa memberikan kejelasan terkait harga tanah lahan yang akan dieksplorasi.

Tim appraisal hanya menghargai lahan Rp35.000 per meter sesuai nilai jual objek pajak (NJOP). Seharusnya bisa berunding langsung dengan pemilih lahan. Di mana, Slamet Japar sebagai pemilik lahan meminta Rp500 ribu per meter. (sya/ais)

Komentar

Rekomendasi