oleh

Gara-Gara Upal, Jadi Korban Pemerasan Tetangga

radarlampung.co.id – Gara-gara uang palsu (upal), Fredi (26), warga Kampung Sangunratu, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah menjadi korban pemerasan. Pelakunya adalah Aan Nursadi (38), lelaki yang tinggal satu daerah dengannya.

Kasus ini dilaporkan ke Polsek Padangratu dan Aan ditangkap, Kamis (20/12). Polisi menyita barang bukti uang Rp2 juta dan satu unit motor.

Kapolsek Padangratu Kompol Indra Herliantho mengatakan, pemerasan bermula ketika Aan mengetahui Fredi menyimpan uang palsu. ”Kemudian tersangka menyuruh seorang anak untuk membeli uang palsu sebanyak lima lembar seharga Rp100 ribu, Sabtu (15/12),” kata Indra.

Begitu uang didapat, Aan mendatangi Fredi dan mengancamnya akan lapor polisi karena pemuda itu memiliki uang palsu. ”Korban minta tidak dilaporkan. Lantas tersangka memintanya menyerahkan motor Honda Revo. Motor itu diberikan,” sebut dia.

Beberapa hari kemudian, Aan kembali menghubungi Fredi dan meminta uang Rp2 juta. ”Katanya untuk membayar hutang kepada seseorang. Saat itu tersangka kembali mengancam akan lapor polisi jika korban tidak memberi uang,” sebut dia.

Masalah tersebut ternyata diketahui Anton, kakak Fredi. Lantas Anton memberikan uang Rp2 juta dan Aan menyerahkan lima lembar uang palsu yang dibelinya. ”Uang palsu tersebut kemudian dirobek agar tersangka tidak lagi memeras,” kata dia. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi.

Indra menuturkan, selain mengamankan Aan, pihaknya masih menyelidiki asal uang palsu yang dimiliki Fredi. ”Masih proses penyidikan. Kita belum dapat menetapkan korban Fredi sebagai tersangka. Sebab, barang bukti uang palsu belum kita dapatkan. Tapi, dia (Fredi, Red) juga diamankan selama 1 x 24 jam. Katanya, (uang palsu)  diperoleh dari Bandarlampung,” ucapnya. (sya/ais)

 

Komentar

Rekomendasi