oleh

KPK Hadirkan Delapan Saksi di Persidangan Agus BN dan Anjar

radarlampung.co.id – Sidang lanjutan kasus suap fee proyek Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dengan terdakwa Agus Bhakti Nugroho (ABN) dan Anjar Asmara (AA) digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (20/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan delapan saksi dalam sidang tersebut. Yakni, Destrinal AZ sebagai Sekretaris ASN di Dinas PUPR Lamsel, Yudi Siswanto ASN di Dinas PUPR Lamsel, Basuki Purnomo ASN di Dinas PUPR Lamsel.

Kemudian, Adi Supriyadi ASN di Dinas PUPR Lamsel Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Rudi Rojali ASN di Dinas PUPR Lamsel, Rusli Honorer Staf Bina Marga di Dinas PUPR Lamsel, Agung Hanantio Kasi Pertamanan Dinas Perumahan dan Pemukiman Lamsel, dan Lares Cahyadi ASN Staf di Dinas PUPR Lamsel.

Dalam kesaksianya, Destrinal AZ mengaku pernah menerima uang dari Sahroni terkait 226 paket lelang infrastruktur. “Waktu itu saya sebagai Pokja. Saya menerima uang dari dia (Sahroni, red) melalui Basuki Purnomo, secara bertahap dari tahun 2017 dan 2018,” katanya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai, Mansur.

Menurut Destrinal, pada 2017 dirinya menerima uang Rp35 juta di tahap pertama dan Rp16 juta tahap kedua dari rekan PPTK. Sementara 2018 mendapat sekitar Rp33,5 juta dan Rp50 juta. “Uang sudah saya kembalikan semua ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” tandasnya. (ang/kyd)

Komentar

Rekomendasi