oleh

Jangan Panik, BMKG Bantah Isu Tsunami Lampung dan Banten

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Imbauan itu tertuju pada isu tsunami yang melanda kawasan Pantai Anyer, Banten, juga pesisir pantai Kalianda dan Panjang, Lampung, malam ini (22/13).

Dikonfirmasi Radarlampung.co.id Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kotabumi Anton Sugiharto membantah tegas telah terjadi tsunami.

Mencermati isu tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten, sekitar pukul 21.27 WIB, malam ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tanggapan bahwa berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di beberapa sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya tsunami.

Berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempabumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya isu tsunami di sekitar Banten dan Lampung.

Berdasarkan hasil pengamatan tidegauge (sementara), didapatkan data bahwa Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9 m. Lalu Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 m. Kemudian Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 m. Sementara Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 m.

“Peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” demikian bunyi rilis yang diterima Radarlampung.co.id tertanda Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc. (sur/abd/net/sur)

Komentar

Rekomendasi