oleh

Via Telepon Dokter Minta Pasien Laka Lantas Pulang

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masyarakat Kampung Negsyahara Batin, Kecamatan Negara Batin Waykanan, mengeluhkan pelayaan Puskesmas Rawat Inap (PRI) Purwa Agung, Negara Batin. Puskesmas tersebut diduga memaksa pasien, pulang dengan dalih perintah dokter. Padahal pasien atas nama Kurdia tersebut merasa masih belum sehat dan berharap masih dirawat di PRI Purwa Agung, atas luka di kepalanya, setelah tertabrak sepeda motor di jalan Kampung Negara Batin, pukul 11.30 WIB, Minggu (23/12) kemarin.

“Tadi pagi istri saya mengalami kecelakaan, tabrakan motor dengan tetangga sendiri di Kampung Negara Batin, lalu kami bawa ke Puskesmas Rawat Inap Purwa Agung. Sesampainya di sana, saya meminta kepada perawat yang ada, karena dokter memang tidak ada, untuk memberikan perawatan terbaik untuk istri saya. Istri saya mendertita enam jahitan di bagian kepalanya,” cerita sang suami, Habiburahman, kepada radarlampung.co.id via ponsel Minggu (23/12) sore.

Menurut mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Waykanan tersebut, setelah empat jam berlalu, sang istri mulai bisa diajak bicara. Tak disangka, tiba-tiba perawat menyatakan istrinya harus pulang atas perintah dokter. Padahal, kata dia, sang dokter sama sekali tidak melihat istrinya.

“Saya juga tidak melihat si dokter itu ada di Puskesmas Purwa Agung. Padahal saya selaku suami dari Kurdia masih menginginkan istri saya dirawat di puskesas tesrebut. Karena berdasarkan mata kepala saya istri saya itu belum layak untuk dibawa pulang. Namun karena perawat berkeras meminta kami pulang,” bebernya.

Sang istri, lanjut dia, terpaksa dia bawa pulang. “Tetapi saya tidak mau menandatangani surat pernyataan yang diberikan perawat, dan benar saja belum juga  sampai di rumah, masih di tengah jalan kepala istri saya yang terluka kembali mengalami pendarahan, sehingga saya kembali membawanya ke Puskesmas Rawat Inap Purwa Agung,” ceritanya lagi.

Yang disayangkan, kejadian itu ternyata sudah berulang. “Bukan istri saya saja yang mengalami. Maka saya berharap pihak terkait dapat menindak lanjuti masalah ini, karena kami sangat dirugikan oleh buruknya pelayanan Puskesmas Purwa Agung. Termasuk dokternya yang juga tidak pernah ada,” tegas Habiburahman.

Terpisah, Reka, perawat piket Puskesmas Purwa Agung Negara Batin yang dikonfirmasi Radarlampung.co.id membenarkan bila dirinya memperbolehkan pasein tersebut untuk pulang. Hal itu, kata dia, atas perintah dokter Komang Pimpinan Puskesamas Purwa Agung Negara Batin.

Komentar

Rekomendasi