oleh

”Air Laut Menarik Kami, Pegangan Terlepas”

radarlampung.co.id – Kecemasan terlihat di wajah Samsul (40). Warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa itu gelisah. Ia hanya terduduk di pelataran kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar.

Hingga saat ini, tiga anggota keluarganya belum ditemukan. Ibunya, Sulaiho (74), istrinya Mega Wati (35) dan Muhammad Akbar Maulana, anak bungsunya yang berusia tiga bulan.

Samsul mengatakan, sampai saat ini baru anaknya yang ditemukan. Ahmad Syaiful Saputra yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Bocah delapan tahun itu dimakamkan Minggu (23/12).

”Ya, waktu kejadian, yang selamat saya dan anak saya Anisa. Sementara ibu saya, istri dan anak bungsu saya belum ditemukan sampai sekarang,” kata Samsul saat ditemui di kamar jenazah RSUD Bob Bazar, Senin (24/12).

Ia pun mengaku telah melapor kepada petugas terkait. ”Ya, saya nunggu di rumah sakit. Keluarga yang lain cari informasi di desa. Semoga segera ditemukan,” imbuh Samsul sambil menahan sakit di tangan dan kaki yang terluka.

Lelaki itu menuturkan, saat tsunami datang, ia terlebih dahulu menyelamatkan orang tua, istri, dan kedua anaknya. ”Jadi, waktu air laut pertama (datang), saya sudah selamatkan mereka ke bagian yang agak tinggi,” ujarna.

Lantaran Anisa, anaknya yang lain berada di atas atap rumah, ia kembali. ”Begitu saya menyelamatkan Anisa, tiba-tiba air menarik ke arah laut. Kami pun pegangan dan keluarga saya terlepas. Tinggal saya dan Anisa,” sebut dia. (pip/ais)

Komentar

Rekomendasi