oleh

Janjikan Masuk Akmil, Malah Diseret ke Persidangan

radarlampung.co.id – Dudung (34), warga Jalan M. Yunus, Pematangwangi, Tanjungsenang, Bandarlampung, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tanjungkarang, Rabu (26/12). Terdakwa kasus penipuan itu diseret ke persidangan karena perkara ingkar janji.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Apriyansyah menjelaskan, kasus itu berawal sekira bulan Agustus 2017. Saat itu, Korban Erwin Malik Manurung meminta bantuan kepada terdakwa untuk mengurus anaknya agar dapat lulus dalam tes penerimaan AKMIL TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2018.

“Selanjutnya terdakwa menyanggupi permintaan saksi korban tersebut dan mengatakan bahwa terkait masalah dana yang dibutuhkan akan dibicarakan. Sehingga pada pertemuan selanjutnya di rumah orang tua istri terdakwa di daerah Wiyono Kabupaten Pesawaran terjadi kesepakatan, di mana terdakwa menyatakan bisa membantu anak korban lulus dan akan mengawalnya pada saat tes Akmil 2018,” kata JPU Arie dalam persidangan.

Dalam kesepakatan itu, terdakwa meminta biaya pendaftaran masuk Akmil sebesar Rp250 juta dan korban menyanggupinya. “Dengan janji apabila gagal terdakwa akan mengembalikan uang keseluruhan uang yang telah diserahkan korban,” ujarnya.

Lalu, lanjut Arie, pada 5 Oktober 2017 sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa bersama istrinya bertemu dengan korban di tempat usaha fotocopy milik korban. Terdakwa yang datang bersama istrrinya, Trinanda Mega Kusuma meminta uang sebesar Rp250 juta yang sudah disepakati sebelumnya, dengan alasan terdakwa akan pergi ke Palembang untuk bertemu dengan orang yang akan mengurus anak korban selama tes Akmil.

Secara bertahap uang yang diminta terdakwa dipenuhi korban dengan dibuatkan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa benar terdakwa telah menerima uang dari saksi korban. Namun, setelah mengikuti serangkaian tes, anak korban dinyatakan tidak lulus sehingga korban meminta keseluruhan uang yang terdakwa terima untuk dikembalikan sesuai kesepakatan.

“Tetapi, terdakwa sampai dengan sekarang tidak kunjung mengembalikan uang milik korban tersebut sehingga akibat perbuatan terdakwa, korban menderita kerugian sebesar Rp250 juta,” tandas JPU dengan menerapkan dakwaan Pasal 372 KUHP. (ang/kyd)

Komentar

Rekomendasi