oleh

Kenali Tingkatan Status GAK

radarlampung.co.id – Setiap negara memiliki sistem atau status peringatan yang berbeda-beda dalam menganalisa aktivitas vulkanik gunung api. Rusia menggunakan sistem peringatan berupa warna, sementara Indonesia menggunakan sistem peringatan dari aktif normal hingga awas seperti status Gunung Anak Krakatau (GAK).

Status GAK menjadi Siaga. Alhasil, masyarakat diminta tidak mendekati kawah dalam radius 5 kilometer. Kabar itu disebutkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam situs mereka berdasarkan laporan periode pengamatan GAK mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Kamis (27/12).

Cuaca pun dilaporkan mendung dan hujan. Perubahan status ini lantaran adanya peningkatan aktivitas GAK yang terus meningkat sejak Rabu (26/12) sore.

Sementara status Awas merupakan status paling berbahaya dalam sistem peringatan aktivitas vulkanik gunung api di Indonesia. Total ada empat tingkatan status yang masing-masing menandakan kondisi dan aktivitas vulkanik sebuah gunung api.

Berikut empat status peringatan Gunung Berapi:

  1. Aktif Normal

Status aktif normal artinya pada gunung api yang diamati tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini menunjukan tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu.

  1. Waspada

Status Waspada menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.

  1. Siaga

Pada status Siaga ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.

  1. Awas

Status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam. (net/kyd)

Komentar

Rekomendasi