oleh

Mayoritas Penderita TBC Malu Berobat

radarlampung.co.id – Koordinator Program SSR TBC HIV Aisyah Bandarlampung, Pristi Wahyu Diawati mengatakan bahwa mayoritas penderita Tuberkulosis (TBC) tidak mau berobat ke dokter karena merasa malu menderita salah satu penyakit menular tersebut.

“Maka untuk menemukan pasiennya kami mendata setiap puskesmas. Misalnya di Bandarlampung sendiri kami memiliki 22 kader yang disebar di 25 Puskesmas. Ini penting untuk mengetahui apakah warga ada yang terkena penyakit ini atau tidak. Maka kami turun langsung mencari,” kata Pristi beserta rombongan saat berkunjung ke Garaha Pena Lampung, Kamis (27/12).

Dalam kunjungan yang diterima Kepala Koordinator Liputan (Kakorlip) Radar Lampung Eko Nugroho, sempat dijabarkan ihwal penyakit TBC yang amat berbahaya namun sangat minim pasien yang mau mengaku dan berobat.

Menurut Pristi, masyarakat saat ini masih banyak yang belum sadar terkait bahayanya penyakit TBC. Informasi yang diterima masyarakat mulai penyebaran hingga penanganan pengobatannya pun sangat minim.

“Inilah yang kami coba dengan investigasi kota. Di mana kami mendapatkan data jumlah penderita dari puskesmas, kami turun langsung dan kami informasikan langsung ke mereka serta mengajak untuk berobat. Karena tidak ada yang tak mungkin, penderita jika mengikuti aturan bisa sembuh,” paparnya.

Anggota DPRD Bandarlampung Komisi IV Syarif Hidayat menambahkan, di Bandarlampung pihaknya sudah mengupayakan untuk mengakomodir dengan munculnya perda penyakit menular. Di dalamnya dapat memaska dan memberikan perlindungan bagi kader-kader yang memang ditugaskan membantu penyembuhan penderita TBC.

“Saat ini kalau kami targetnya justru menemukan pasien, karena kondisinya banyak pasieen yang tidak mau di obati. Maka inilah kami mencoba melalui kader mencari, menemukan. Selain itu perlindungannya dengan perda juga, karena kebanyakan penderita yang terdiagnosa tidak mau diobati,” tambahnya. (rma/kyd)

Komentar

Rekomendasi