oleh

Sasana Wushu Naga Mas Lampung Borong Medali

radarlampung.co.id – Sasana Wushu Naga Mas Lampung berhasil membawa pulang 7 medali, dalam kejuaraan 1st Bali International Kungfu Championship 2018. Ini merupakan ajang memperebutkan Piala Menpora yang digelar di Westi Nusa Dua Resort, pada 17-22 Desember, lalu.

Adapun 7 medali yang dibawa pulang, yakni 1 medali emas atas nama Arva Arrafi Lisandi, siswa SMP Al Kautsar yang bertanding pada nomor jurus Male Ba Gua Zhang B. Kemudian 2 medali perak masing-masing atas nama Amanda Raina Adilia (SD Al Kautsar) untuk nomor jurus Famale Ba Gua Zhang D, dan Davina Alika Rahman (SD Al Kautsar) nomor jurus Female Ba Gua Zhang C.

Selanjutnya, 4 medali perunggu atas nama Naura khairunisyha Akhmad (SMP Al Kautsar) nomor jurus Female Shuang Jian C, Amelia Rakha Ivasonya (SD Al Kautsar) nomor jurus Female Other Empty Hands Traditional Southern Style D, Ratu Isyata Katya Rekha (SD Al Kautsar) nomor jurus Female Ba Gua Zhang C, dan Salsabila Widiyanto dengan nomor jurus Female Ba Gua Zhang A.

Ketua Sasana Naga Mas Lampung, Andi mengatakan bahwa selain ke-7 medali tersebut, pihaknya juga berhasil meraih 3 predikat juara Harapan I, 5 predikat juara Harapan II, dan 5 predikat juara Harapan III. “Masing-masing diraih oleh Nirinda Dzihni Kaskoyo, Askana Ratifa Kaskoyo, dan Asa Akhsan Muchlis Samudera dari SD Al Kautsar, serta Alikah Putri Ardanie dari SD Al Azhar 2 Wayhalim,” kata Andi kepada radarlampung.co.id, Kamis (27/12).

Menurutnya, capaian prestasi ini pula berkat kerjasama tiga orang tim pelatih yakni, Kiki, Soni, dan Gading. Dengan diraihnya 7 medali dan sederet predikat tersebut, membuat Sasana Naga Mas Lampung menduduki peringkat 31 dari 89 sasana yang ikut serta dalam ajang 1st Bali International Kungfu Championship 2018.

Lebih jauh Andy menjelaskan, kejuara ini diikuti sebanyak 89 sasana dengan 727 atlet yang berasal dari dalam dan luar negeri. Ini juga merupakan pertama kalinya kejuaraan 1st Bali International Kungfu Championship 2018, di selenggarakan di Indonesia.

“”Kejuaraan ini mempertandingkan nomer jurus Toulu dan Wushu Tradisional. Pada kejuaraan ini, kita menurunkan sebanyak 16 atlet,” tandasnya.

Kejuaraan ini akan kembali digelar pada 2019, di Jakarta, sebagai ajang seleksi bagi atlet yang akan mengikuti kejuaraan dunia Wushu Tradisional untuk mewakili Indonesia di China. (ega/rls/kyd)

Komentar

Rekomendasi