oleh

C3 Menjadi Peneror utama Warga Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sepanjang tahun 2018 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau bisa disebut C3 masih mendominasi di wilayah hukum Polresta Bandarlampung.

“Yang menonjol dan terbesar jumlahnya pada tahun 2018 ini yaitu kasus curat sebanyak 213 kasus. Tetapi, menurun jika dibandingkan tahun 2017, di mana kasus curat sebanyak 401 kasus sehingga mengalami penurunan sebanyak 189 kasus,” ujar Kapolresta Bandarlampung Kombes Wirdo Nefisco saat konferensi pers di Mapolresta setempat, Jumat (28/12).

Lalu untuk kasus curanmor pada tahun 2018 sebanyak 195 kasus dan tahun 2017 sebanyak 356 kasus mengalami penurunan sebanyak 161 kasus. “Dan kasus curas pada tahun 2018 sebanyak 72 kasus sedangkan tahun 2017 sebanyak 122 kasus dan ini mengalami penurunan sebanyak 50 kasus,” jelasnya.

Untuk jumlah penyelesainnya dan ungkap kasus curat pada tahun 2018 sebanyak 179 kasus yang dibandingkan tahun 2017 sebanyak 321 kasus hal ini mengalami peningkatan. Sedangkan ungkap kasus curanmor tahun 2018 sebanyak 112 dibandingkan tahun 2017 sebanyak 282. “Tentunya ini mengalami penurunan,” terangnya.

Untuk penyelesaian dan ungkap kasus curas pada tahun 2018 sebanyak 178 kasus. Sedangkan untuk tahun 2017 sebanyak 131 kasus sehingga bila dipersentasikan 107,4 persen, mengalami peningkatan sebanyak 0,9 persen.

“Namun secara keseluruhan dari semua kasus yang terjadi di wilayah hukum Polresta Bandarlampung tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan kasus yang terjadi pada tahun 2017,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi