oleh

Tak Niat Berkampanye, Tapi Nelly Bawa Tim dari Kemiling ke Panjang

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang dugaan pelanggaran administrasi pemilu juga digelar Bawaslu Bandarlampung, Jumat (28/12). Bawaslu menyidangkan perkara temuan Panwascam Panjang yang menduga adanya kampanye oleh  Nelly Farlinza dari caleg DPRD Bandarlampung dari PKB dapil 5 Bandarlampung, di rumah salah satu warga di Panjang.

Perkara ini disidangkan dengan diketuai majelis pemeriksa Yahnu Wiguno Sanyoto. Sementara Nelly hadir ditemani Parwoto salah satu tim pemenangannya yang juga hadir dalam kegiatan di Panjang. Nelly mengaku beberapa keluarga memang dia ajak dalam syukuran tersebut. Karena Parwoto masih bekerja, akhirnya Parwoto menyusul ke Panjang.

Kemudian Nelly menjelaskan soal kegiatan pada 7 Desember lalu di salah satu rumah teman sang suami di Panjang. Nelly mengaku di rumah tersebut hingga pukul 21.00 WIB, di sana Nelly mengaku tak banyak mengenal orang.

“(Di acara itu) Saya diajak suami menemani dateng ke acara di rumah Pak Andi, saya hanya mendampingi suami saya dalam undangan syukuran bebasnya anaknya pak Andi,” jelasnya.

Nelly yang beralamat di Kemiling ini datang hanya sekedar menemani saja. Dia mengaku tidak melakukan kegiatan apapun, hanya duduk. “Saya juga tidak memperkenalkan diri. Kalau suami saya perkenalkan, ini istri saya mohon doanya inshallah istri saya tahun depan mau mencalonkan diri sebagai anggota dewan mohon doanya semoga terpilih aamiin. Tapi setelah itu saya tidak berdiri, tidak menyalami dan tidak membagikan apa-apa,” ungkap Nelly.

Bantahan terus dilontarkan Nelly di hadapan majelis, termasuk ketika Anggota Majelis Gistiawan menunjukan sembako dan kalender yang berwajahkan dirinya. Nelly juga mengaku tak melihat orang-orang keluar dari rumah kerabatnya dengan membawa sembako, padahal Nelly di rumah itu sampai acara selesai sekitar pukul 21.30 WIB.

“Itu benar kalender saya, tapi saya tidak tahu ada pembagian bahan kampanye itu, apalagi stiker kalender dan lainnya. Saya juga datang ke sana tidak bawa apa-apa, mulai APK atau yang lain. Karena Saya tidak berencana berkampanye. Saya juga tidak lihat ada orang bawa apa-apa,” jelasnya.

Ditanyai soal Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kepolisian yang menjadi syarat caleg, Nelly mengetahuinya. Namun dirinya mengakui malam itu tak ada STTP yang diurusnya ke Mapolresta Bandarlampung.

Nelly justru mengaku telah mengurus STTP langsung ke Mapolresta melalui Parwoto. “Iya kalau sebelum saya diundang ke sini, saya tidak tahu kantor Bawaslu. Memang kata kepolisian surat ini (STTP) harus ditembuskan juga ke Bawaslu. Tapi karena sebelumnya saya tidak tahu jadi saya bawa terus ke lokasi kampanye. Tapi malam itu, saya tidak berkampanye,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi