oleh

Tujuh Hari Bertahan Di Laut Dengan Makan Biji Ketapang

radarlampung.co.id – Satu dari tujuh nelayan asal Dusun Kenari, Desa Sukaraja, Rajabasa akhirnya ditemukan. Ia adalah Ari Agus Arman Harianto (24), yang dievakuasi dengan

KRI Rigel 933. Ari dan enam rekan lainnya hilang saat memancing di perairan Pulau Rakata, Sabtu (22/12).

Ari ditemukan saat KRI Rigel 933 melaksanakan survei Gunung Anak Krakatau (GAK), Minggu (30/12). Ia berada perairan Pulau Panjang dengan kondisi stabil. Namun begitu, Ari diketahui kekurangan nutrisi.

Begitu ditemukan, Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki memerintahkan Kepala Balai Pengobatan Lanal Banten untuk mengirimkan mobil ambulans menjemput nelayan tersebut di KRI Rigel 933 yang sandar di dermaga PT Indah Kiat Merak. Ari kemudian dibawa ke UPTD Puskesmas Cilegon untuk mendapatkan penanganan.

Baca :   Lakalantas di Bandar Sribawono, Sekeluarga Tewas

”Pada saat dievakuasi oleh ambulans, saudara Ari sempat bercerita, sebelum ditolong oleh KRI Rigel, dirinya berada di Pulau Panjang menyelamatkan diri dengan memegang bekas perahunya yang dihantam tsunami. Saat itu ia dan rekan-rekannya sedang memancing,” kata Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki melaluai rilis yang diterima Radarlampung.co.id, Senin (31/12).

Selama sepekan, ia bertahan dengan makan biji ketapang dana minum sisa air kemasan yang terapung di laut.

Baca :   Hati-hati! Ombak Bisa Mencapai Empat Meter

Terpisah, Kepala Basarnas Lampung Jumaril mengatakan, bahwa Ari akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar Kalianda untuk mendapat perawatan maksimal. “Tadi sudah menuju Rumah Sakit Bob Bazar. Sekarang mungkin sudah di sana,” katanya.

Saat ini Basarnas masih mencari enam rekan Ari. Mereka adalah  Syahri (27), Saman (23), Rohani (60), Emad (50), Hasyim (50) dan Asmara (49). (rls/nca/rnd/ais)

 

Komentar

Rekomendasi