oleh

Awas, SKP dan Kehadiran Buruk, Bakal tak Dapat Tukin!

radarlampung.co.id – Terhitung Januari 2019, Pemkab Pesawaran menerapkan pembayaran tunjangan kinerja (Tukin) berbasis kinerja. Artinya, tunjangan akan dibayarkan sesuai tolok ukur kinerja melalui standar kinerja pegawai (SKP) dan tingkat kehadiran pegawai

“Persentasenya, SKP 60 persen dan 40 persen tingkat kehadiran. Nah, untuk tingkat kehadiran kita aplikasikan melalui finger print dan back up manual di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD),” kata Kepala BKPSDM Pesawaran Zainal Arifin kepada Radarlampung.co.id, Rabu (2/1)

Menurut dia, jika pejabat eselon II, III, dan IV berdasarkan hasil evaluasi tidak memenuhi standar kinerja dan tingkat kehadiran rendah, maka tidak menutup kemungkinan tukin tidak akan dibayarkan. ”Bisa tidak dibayarkan. Karena tukin dibayar setelah bekerja. Selama ini tukin dibayarkan dengan sistem flat,” ucapnya

Misalnya, tukin seorang pejabat mencapai Rp2 juta, namun berdasar penilaian kinerja dan tingkat kehadiran secara akumulatif dalam kurun satu bulan kerja hanya 75 persen, maka tukin akan dibayarkan sebesar 75 persen dari nilai tersebut.

“Yang bisa dimaklumi, tingkat kehadiran tidak tercapai jika pegawai  tersebut sakit, dinas luar, dan cuti. Tapi kalau tanpa keterangan, tidak akan diberikan toleransi. Untuk itu, seluruh ASN diimbau harus benar-benar disiplin dan menunjukkan kinerja yang baik,” tegasnya. (ozi/ais)

 

Komentar

Rekomendasi