Menuju BE 1 Sidang DKPP Dinilai Penuh Sandiwara

Sidang DKPP Dinilai Penuh Sandiwara

ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu kembali digelar di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Rabu (2/1). Hasilnya, Majelis memutuskan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mendapat sanksi peringatan. Sementara dua anggotanya, Iskardo P. Panggar dan Adek Asy’ari mendapat putusan untuk direhabilitasi atau diperbaiki nama baiknya.

Putusan berbeda yang diperoleh Ketua Bawaslu Lampung ini karena dinilai tidak memiliki sense of etic. Yaitu tidak menolak ditetapkan sebagai Ketua Majelis Pemeriksa Sidang TSM (terstruktur, sistematis dan masiv) pada Pilgub Lalu. Padahal ada hubungan keluarga dengan Pengurus Parpol Pengusung Paslon yang dipersoalkan, meskipun tidak terbukti ada keberpihakan tetapi tidak adanya sense of etic dari teradu 1 (Rahmat Husein).

Khoir menanggapi santai. “Meskipun secara pribadi saya mendapat sanksi peringatan tetapi secara kelembagaan ini sangat melegakan karena prosedur penanganan pelanggaran yang kami lakukan tidak salah,” jelas Khoir.

Sementara sebagai pelapor, Rahmat Husein mengaku cukup kecewa. Itu lantaran putusan DKPP hanya sanksi peringatan. “Saya tidak kaget atau terkejut ketika DKPP tidak memberhentikan Bawaslu Lampung atas pengaduan kami. Ada 2 alasan kenapa saya dkk. tidak terkejut atas putusan DKPP hari ini,” jelas Husein Rabu (2/1).

Pertama logika sederhana, Arinal-Nunik dan sugar grup comapnies menurutnya sudah banyak menaburkan uang dari masa pendaftaran calon, masa kampanye dan hari pencoblosan. “Tentu saja mereka tak akan segan kembali mengeluarkan uang demi mengamankan hasil perolehan suara pilgub,” tambahnya.

Kemudian tenggat waktu sidang gugatan terlalu berlebihan. “Kami sidang di 6 September. Nah ini sidang putusannya 2 Januari. Berbulan bulan menunggu hasil putusan. Jadi tentu keputusan DKPP hari ini menurut saya penuh sandiwara dan rekayasa,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia, fakta yang disampaikan di persidangan dan hasil putusan menurut Husein banyak yang berbeda. “Sayangnya hari ini, sesuai tata tertib DKPP saya tidak boleh menanggapi hakim yang membaca putusan saat sidang berlangsung tadi,” tandasnya. (rma/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini