oleh

DPRD Lampura Tanggapi Aksi Pegawai RSUD Ryacudu

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aksi ratusan pegawai negeri sipil, tenaga sukarelawan, dan perawat lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), turun ke jalan, siang ini (3/1), mendapatkan tanggapan pihak DPRD setempat. Ya, dalam aksi kali ini massa memang sempat menyambangi kantor DPRD. 

“Kami meminta Komisi IV DPRD Lampura, dapat menyerap serta mencarikan solusi terhadap aspirasi pegawai dan staf petugas medis yang ada di RSUD Ryacudu Kotabumi. Permasalahan ini telah berlangsung sekian lama dan tidak kunjung selesai,” ujar Adriadi selaku juru bicara aksi.

Wakil Ketua DPRD Lampura Herwan Mega menyambut kehadiran peserta aksi dengan mempersilakan 20 perwakilan untuk menyampaikan hal-hal yang akan disuarakan.

“Kami menyambut baik kedatangan seluruh peserta aksi. Namun, dikarenakan ruangan yang tidak memungkinkan untuk menampung seluruh peserta, dengan ini kami berharap agar sebanyak 20 perwakilan dapat menyampaikan keinginan dengan lebih aspiratif,” papar Herwan Mega seraya mempersilakan perwakilan peserta aksi memasuki ruang rapat DPRD setempat.

Dalam pertemuan di ruang rapat, Herwan Mega membuka percakapan dengan mengatakan apapun keluhan masyarakat Lampura sudah sepatutnya disampaikan kepada para wakil rakyat yang ada di DPRD Lampura.

“Inilah rumah aspirasi rakyat yang sesungguhnya. Diharapkan, di ruangan ini, kita mencari solusi atas persoalan yang ada guna menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya dalam lingkup RSUD Ryacudu Kotabumi, agar ke depannya tidak ada permasalahan,” ujar Herwan Mega

Dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Tabrani, permasalahan yang ada di RSUD Ryacudu Kotabumi sudah berlarut dan terjadi sejak lama. Aksi yang dilakukan saat ini merupakan tindak lanjut penyampaian aspirasi pada 20 Desember 2018 lalu.

“Seperti diketahui, RSUD Ryacudu Kotabumi merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah yang ada di Lampura. Kami sepakati jika  permasalahan ini pada prinsipnya untuk kebaikan RSUD Ryacudu Kotabumi di masa mendatang. Sebagai informasi, masih banyak rekan-rekan petugas medik yang tetap bekerja memberikan pelayanan di RSUD Ryacudu,” ujar perawat RSUD Ryacudu Kotabumi itu.

Dikatakannya, sebelum adanya aksi ini sudah ada upaya komunikasi selama dua tahun kepada pihak manajemen.

“Khususnya, terkait jasa pembagian hasil remunerasi. Ternyata, dalam pelaksanaannya tidak ada regulasi yang jelas serta tidak ada hitungan kinerja dengan benar. Maka hasil yang didapat bagi para petugas medis yang selalu dituntut bekerja dengan profesional, hasilnya dibawah standar yang semestinya diperoleh para petugas medis,” tegas Tabrani.

Dalam hal penerapan pegawai BLUD, kata Tabrani, hingga kini tidak ada rekrutmen tenaga BLUD.

Senada disampaikan Kepala Ruangan (Karu) IGD Adriyadi, yang dinonjob pasca aksi pada 20 Desember 2018. Menurutnya Plt. Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi telah gagal dalam membenahi sistem dan manajemen rumah sakit. “Secara faktual, RSUD Ryacudu saat ini kondisinya tertinggal dari rumah sakit lainnya yang ada di Kotabumi,” beber Adriadi.

Menanggapinya, Herwan Mega menyampaikan akan segera menindaklanjuti segala persoalan yang menimpa pegawai dan petugas medis di lingkup RSUD Ryacudu Kotabumi.

“Aspirasi yang disampaikan akan segera kami agendakan dengan melakukan rapat internal terlebih dahulu untuk menentukan dan menginventarisir permasalahan,” papar Herwan Mega.

Pihaknya, kata Herwan, segera melakukan hearing guna mengatasi dan mencari solusi atas persoalan yang ada demi berjalannya pelayanan publik di RSUD Ryacudu Kotabumi dengan lebih optimal.

Sementara itu, pihak kepolisian yang diwakili Ipda Hadi S meminta peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak melakukan hal-hal yang dipandang merugikan kedua belah pihak. “Kami akan mengawal serta mengamankan aksi damai ini hingga selesai. Tentunya tetap dalam koridor yang berjalan dengan tertib dan damai,” kata Hadi S, di hadapan peserta aksi.

Dalam pantauan di lokasi, para petugas medis yang melakukan aksi damai itu disambut anggota DPRD Sandi Juwita, Herwan Mega, Dedy Andrianto, serta Tri Purwo Handoyo. (ozy/sur)

Komentar

Rekomendasi