oleh

Lagi, Ratusan Paramedis RSUD Ryacudu Kotabumi Gelar Unjuk Rasa

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ratusan pegawai negeri sipil, baik perawat, bidan, serta tenaga honorer, maupun TKS di lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), kembali melakukan aksi damai unjuk rasa ke DPRD setempat, Kamis (3/1).

Mereka kembali melakukan aksi damai dikarenakan menilai tidak ada keseriusan atau tanggapan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura, untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada.

Perwakilan aksi damai, Tabrani, mengatakan pihaknya kembali melakukan aksi damai ke DPRD selaku wakil rakyat dengan harapan dapat menyelesaikan persolaan yang dialami ratusan pegawai, perawat, bidan, dan honorer serta TKS RSUD Kotabumi.

“Kami melakukan aksi kembali karena tidak ada tangapan dari pihak pemerintah daerah pasca  kami melakuka aksi damai ke-pemda pada 20 Desember 2018 lalu,” urainya.

Dia juga mengatakan pada saat pihaknya melakukan aksi damai ke pemda setempat, diterima sejumlah pejabat yang berjanji akan menyelesaikan atau memediasi dengan pihak menajemen dan Direktur rumah sakit.

“Pada waktu itu pihak pemerintah daerah berjanji akan secepatnya akan menyelesaikan, namun hingga saat ini tidak kujung ada penyelesaian,” katanya.

Senada dikatakan Atriyadi, perwakilan aksi lainya. Atriyadi mengatakan, aksi untuk kedua kalinya karena persoalan yang ada di RSUD Ryacudu Kotabumi tidak kujung ada penyelesaian dan sikap Plt. Direktut RSUD Kotabumi dr. Syah Indra Lubis yang mereka nilai arogan.

“Setelah sehari kami melakukan aksi damai, Plt. Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi, telah me-rolling 17 jabatan kepala ruangan secara sepihak,” tegasnya.

Rolling tersebut, berlaku pada 20 Deseber 2018 lalu, saat mereka melakukan aksi damai ke Pemda. Selain itu, kata dia, ada itimidasi akan merumahkan tenaga TKS dan Honorer serta para pegawai yang ikut aksi.

“Sementara hingga saat ini, belum ada titik terang penyelesaiyan masalah hak pembayaran gaji honorer. Gaji itu adalah uang jasa pelayanan dari awal Januari hingga Desember 2018,” terangnya.

Pihaknya berharap, agar DPRD selaku wakil rakyat dapat segera menyelesaikan permasalahan di rumah sakit berplat merah tersebut. (ozy/sur)

Komentar

Rekomendasi