oleh

Napi Penyebar Foto Syur Polwan Dipindah ke Lapas Makassar

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kabar bahwa penyebar foto syur oknum polwan Polrestabes Makassar berinisial DW adalah seorang narapidana (napi) benar adanya. Kepastian atas hal itu datang dari pernyataan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman.

Sohibur menerangkan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan telah memindahkan napi penyebar foto syur DW ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Makassar. “Ya benar, namanya M. Alfiansyah yang merupakan napi kami. Dia tersandung kasus pembunuhan,” ujar Sohibur kepada radarlampung.co.id melalui sambungan telpon Jumat (4/1) sore.

Menurutnya, kasus penyebaran foto syur di media sosial facebook tersebut dilakukan sang napi setahun yang lalu. “Jadi pas saya masuk (menjabat kalapas, red). Polda Sulsel telah berkoordinasi dengan kami untuk meminta agar melaksanakan penyidikan dan penyelidikan awal terkait penyebaran foto syur seorang oknum polwan itu,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan, lanjut Sohibur, akhirnya pada 14 November 2018 pihak dari Polda Sulsel meminta kepada Lapas Kelas IIB Kotaagung untuk memindahkannya ke Sulawesi Selatan.

“Sebenarnya kasus penyebaran ini setahun yang lalu, mungkin pemeriksaannya baru dilaksanakan. Lalu baru ini mengerucut dan mengarah ke napi kami,” terangnya.

Lalu, terkait napi tersebut (M. Alfiansyah, red) bisa memegang handphone di dalam Lapas, ia menjelaskan bahwa pada saat terjadinya kasus tersebut bukanlah dia yang memimpin dan menjadi Kalapasnya.

“Dia memakai handphone itu bukan di tahun saya. Tetapi, saya juga selama ini menerapkan setiap sebulan empat kali kami melakukan razia rutin, termasuk razia handphone dan narkoba,” tegasnya.

Diberitakan, aksi sulit dinalar dilakukan napi salah satu Lapas di Lampung. Aksi jahilnya bisa membuat seorang polwan anggota Satsabhara Polrestabes Makassar, Brigpol DS, dipecat dari institusinya atas pelanggaran kode etik. DS dipecat usai foto selfie-nya yang berpose vulgar, beradar luas di dunia maya.

Kapolrestabes Makassar Kombespol Dwi Ariwibowo mengungkapkan alasan pemecatan anak buahnya tersebut, Kamis (3/1). Pelanggaranya yang dilakukan oleh DS tidak bisa ditoleransi oleh kesatuannya. DS dinilai telah mencoreng citra kepolisian sebagai pengayom masyarakat.

“Pelanggaran kode etik. Ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan (DS), tidak memungkinkan lagi menjadi anggota Polri,” jelas Dwi saat memberikan keterangan di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Kamis (3/1).

Dilansir JawaPos.com, berdasarkan informasi yang dihimpun dari internal kepolisian menyebutkan, foto selfie DS sudah tersebar luas di media sosial. Parahnya, DS berani berpose vulgar.

Pose vulgar itu dilakukan bukan tanpa alasan. DS diminta berpose vulgar oleh seorang laki-laki yang dikenalnya lewat medsos. Lelaki tersebut mengaku sebagai perwira polisi berpangkat Kompol dan berdinas di Lampung.

Usai perkenalan itu, keduanya bertukar nomor handphone. Ujung-ujungnya, DS diminta untuk mengirimkan foto vulgar dirinya. Belakangan diketahui, lelaki yang dikenal DS itu ternyata berbohong. Lelaki itu tidak berprofesi sebagai polisi. Celakanya, foto DS sudah terlanjur tersebar di dunia maya. Dari sana lah, Polrestabes Makassar menelusuri penyebarannya.

Berkoordinasi dengan Polres Lampung, anggota Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyelidikan. Petugas akhirnya menemukan fakta bahwa lelaki tersebut ternyata adalah seorang narapidana dalam perkara pembunuhan. Saat ini dia sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lampung.

Kepada petugas, lelaki itu mengaku sengaja memalsukan identitasnya untuk mendekati Dewi. Di medsos, lelaki tersebut memasang foto orang lain dengan identitas polisi. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi