oleh

Gelombang Tinggi, Tangkapan Ikan Menurun 80 Persen

radarlampung.co.id – Cuaca ekstrem menyebabkan hasil tangkapan ikan yang dilelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kotaagung, Tanggamus menurun drastis hingga 80 persen. Pasalnya gelombang tinggi membuat nelayan enggan melaut.

Menurut Budiman, salah seorang pengurus Koperasi Mina Teluk Semangka yang mengelola TPI Kotaagung, cuaca yang tidak stabil menyebabkan tangkapan nelayan minim. Mayoritas yang masih berani melaut adalah nelayan payang. Sementara nelayan kapal bagan tidak berani mencari ikan.

“Nelayan payang tetap turun, walaupun sedang tidak musim ikan. Memang walaupun minim, mereka tetap dapat ikan. Sebab mereka tidak menetap pada satu lokasi. Kalau nelayan bagan, biasanya menetap,” kata Budiman mendampimgi Ketua TPI Joni Madasik, Minggu (13/1).

Dilanjutkan, faktor cuaca benar-benar memengaruhi transaksi lelang ikan. Sebab nelayan yang menjual ikan di TPI adalah nelayan Teluk Semangka.

”Waktu (cuaca) normal dan stabil, satu kapal nelayan payang bisa mendapatkan hasil satu gerobak atau kisaran 100 cucuk ikan tongkol. Satu cucuk berisi 10 ekor. Sekarang, hanya sekitar 20 cucuk. Jadi diperkirakan berkurang sekitar 80 persen hasil tangkapan ikan para nelayan ini, ” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Edi Narimo didampingi Kabid Tangkap Kukus Kusnadi membenarkan minimnya tangkapan hasil laut saat ini. Selain perubahan cuaca, ini juga dipengaruhi migrasi ikan.

”Untuk Teluk Semangka, masih dominan ikan tongkol dan selar. Nah, ikan-ikan ini ada masa bermigrasi ke perairan lain. Dari pengamatan kami, memang fase awal dan akhir tahun, ikan laut yang ada Teluk kita ini memang berkurang. Kemudian akhir-akhir ini cuaca tidak stabil. Bahkan dari BMKG menyatakan kecepatan angin hingga 18 knot. Biasanya paling tinggi 12 knot. Faktor ini bisa juga berpengaruh dengan migrasi ikan,” urainya. (ral/ehl/ais)

 

 

 

 

Komentar

Rekomendasi