oleh

Bawaslu Bandarlampung Sidangkan Dugaan Pelanggaran Caleg PDIP

radarlampung.co.id – Bawaslu menggelar sidang pemeriksaan dugaan kampanye tanpa surat tanda peberitahuan (STTP) kepolisian yang dilakukan Caleg PDIP Dapil 4 Bandarlampung, Siska. Sidang berlangsung di kantor Bawaslu Bandarlampung, Rabu (16/1).
Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Perumnas Wayhalim M. Anggi Barozie melaporkan, pada 30 Desember dirinya melihat Siska berada dirumah saksi Ustad Ramli bersama sekitar 12 hingga 15 orang. Dirinya menyakini kegiatan tersebut adalah kampanye, namun sebagai PPL dirinya tak berani membubarkan kegiatan karena takut membuat gaduh.
“Pada tanggal 30 Desember di rumah ustad Ramli. Saya lihat ada 12 sampai 15 orang disana, ada bu Siska juga selaku caleg, ada stiker dan kartu nama dan handuk,” ujar Anggi dalam sidang.
Anggi menyebut dirinya mengetahui kampanye karena ada ajakan memilih. Namun sebagai PPL, Anggi mengaku takut menghentikan kapanye tersebut karena takut terjadi konflik.
“Saya sebut itu kampanye karena ada ajakan memilih caleg PDIP Bandarlampung dapil 4 nomor 1. Dalam kegiatan itu bu Siska mensosialisasikan diri. Mengajak masyarakat setempat mencoblosnya dan dia (siska) menyampaikan kertas simulasi pencoblosan. Disana juga saya ambil stiker dan handuk. Saya tidak mengambil tindakan pembubaran takut ada konflik,” ungkap Anggi.
Sementara mewakili Siska, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Lampung, Abdullah Sani mengatakan tak ada kampanye dalam pertemuan yang dilakukan Siska. “Itu tidak kampanye, justru panwascamnya tidak profesionalisme. Kalau kampanye harusnya ada APK di luar. Itu dalam rumah bukan publik, itu bukan sosialisasi tapi blusukan. Ini dikenal dalam sistem masyarakat kita,” sebut Sani.
Menurut Sani, jika dikategorikan kampanye harusnya ada sarananya. “Harusnya kan kalau kampanye ada yang diundang, tapi ini tidak. Hanya datang dan mengobrol bersama memang saat ini posisinya caleg, apalagi ini tahun pemilu,” ujarnya.
Soal Pembagian handuk, Sani pun bergeming. Menurutnya, handuk yang diberikan itu untuk dijadikan membersihkan keringan. “Tidak ada pembagian handuk tuh, itu (handuk) kan 30×30 cm kan bukan lap badan, lap tangan kan,” tandasnya. (rma/kyd)
Baca :   WFH dan Penundaan, Laporan Dugaan Pelanggaran Wajib Ditampung

Komentar

Rekomendasi