oleh

Diskon Hukuman Pembunuh Jurnalis Radar Bali Ancam Kemerdekaan Pers

radarlampung.co.id-Hukuman pidana I Nyoman Susrama, aktor pembunuh wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dapat diskon jadi lebih ringan. Dari pidana seumur hidup menjadi 20 tahun pidana penjara.

Atas hal ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menyesalkan perubahan hukuman pidana tersebut. “Pemberian potongan hukuman oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap I Nyoman Susrama yang menjadi otak pembunuh wartawan Radar Bali, Jawa Pos Grup, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa adalah langkah mundur terhadap penegakan kemerdekaan pers,” kata Ketua AJI Denpasar Nandhang R Astika dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1) dikutip dari detik.com

Menurutnya, terungkapnya kasus pembunuhan Prabangsa pada 2009 silam adalah bentuk penegakan kemerdekaan pers. Menurutnya, tidak mudah mengungkap kasus tersebut. Karenanya, diskon hukuman bagi pembunuh Prabangsa dinilai sebagai langkah mundur. AJI Denpasar, lanjutnya berharap diskon hukuman bisa dicabut atau dianulir.

“Pemberian potongan hukuman dari seumur hidup menjadi 20 tahun ini bisa melemahkan penegakan kemerdekaan pers, karena setelah 20 tahun akan menerima remisi dan bukan tidak mungkin nantinya akan menerima pembebasan bersyarat. Karena itu AJI Denpasar sangat menyayangkan dan menyesalkan pemberian grasi tersebut,” ucapnya.

Diketahui, kasus pembunuhan Prabangsa terjadi 2009 lalu. Susrama yang merupakan adik pejabat Bangli itu membunuh Prabangsa terkait kasus dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan. Setelah dihabisi, Tubuh Prabangsa kemudian dibuang ke laut. Jenazah Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, 16 Februari 2009. (net/wdi)

Komentar

Rekomendasi