oleh

Rektor UIN RIL Angkat Bicara soal Laporan Hukum Andi Surya ke Polda Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) Prof. Dr. H. Moch. Mukri angkat bicara terkait langkah civitas akademika yang melaporkan anggota DPD RI Andi Surya ke Polda Lampung.

Laporan hukum tersebut menyikapi pernyataan Andi Surya yang menyebut kampus UIN sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berbasis agama, namun justru menjadi sarang maksiat dan hasrat seksual oknum dosen. Ini menyusul kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen UIN Raden Intan terhadap salah satu mahasiswinya.

“Pada hakekatnya, kami tidak menutup mata terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen UIN Raden Intan pada salah satu mahasiswinya. Semua kritik dan saran kami terima dan pasti akan kami tindaklanjuti,” kata Mukri, Rabu (23/1).

Menurutnya, ada kekeliruan atas pernyataan Andi Surya yakni telah menggeneralisir permasalahan yang terjadi.

“Misalnya ada kata-kata yang menyebut kampus UIN Raden Intan Lampung merupakan sarang maksiat. Itu jelas merupakan cara berpikir yang salah. Ibarat di suatu Masjid ada sandal atau sepatu yang hilang. Masak lalu disimpulkan jika Masjid tersebut merupakan sarang copet atau pencuri,” urainya.

Hal inilah, sambungnya, yang membuat civitas akademika UIN RIL, tergabung mahasiswa, dosen, karyawan beserta para alumninya yang terdiri dari berbagai profesi dan tersebar di berbagai instansi di seluruh Indonesia bahkan beberapa negara, merasa tercemarkan nama baiknya.

 

“Merasa terusik, harkat dan martabatnya sehingga membawa persoalan ini ke ranah hukum. Untuk diketahui, saya sebagai pimpinan tertinggi di UIN Raden Intan tidak akan intervensi, apalagi ikut campur. Apalgi memprovokasi. Sekali lagi, biar proses hukum yang akan membuktikannya,” tandasnya. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi