oleh

”Ini Musibah, Tidak Ada Niat Menciderai Siswa”

radarlampung.co.id – Dari 85 siswa SMKN 1 Gedongtataan yang mengikuti sosialiasi pemilu, 30 di antaranya mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak, Rabu (6/2). Sebanyak 28 siswa rawat jalan. Satu orang dirujuk ke RS Bintang Amin dan satu ke RS Surya Asih Pringsewu.

Koordinator Divisi Parmas, Kampanye dan SDM KPU Pesawaran Linawati mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan program rutin KPU Goes to School dalam rangka pemilu untuk pemilih pemula.

Saat itu, disiapkan 115 nasi kotak. Sebanyak 18 kotak dibagikan kepada panitia dan sisanya untuk guru dan siswa. ”Termasuk saya, salah satu yang makan nasi kotak sampai habis. Memang cita rasanya kurang enak dan ada keluhan pada pencernaan saya,” kata Linawati, Kamis (7/2).

Pihaknya kemudian mendapat informasi siswa diduga keracunan setelah menyantap nasi kotak. ”Kami langsung ke sekolah,” sebut dia.

Menurut dia, pihaknya memesan nasi kotak kepada Ade, salah seorang pengusaha katering dengan menu berbeda. ”Kita sudah besuk. Ini musibah, tidak ada niatan menciderai peserta. Kami juga mengalami  hal sama,” tegasnya.

Dilanjutkan, pemilik katering sudah meminta maaf atas kesalahan teknis dalam pengemasan nasi. Di mana, seharusmya makanan  yang masih dalam keadaan panas tidak boleh langsung dibungkus. Namun, pihak katering langsung membungkus sayur ayam ke plastik.

Terpisah Ade, pemilik katering mengakui memasukkan sayur ayam ke plastik dalam kondisi masih panas. “Saya atas nama pribadi memohon maaf kepada pihak sekolah dan siswa. Tidak ada niatan untuk menciderai para peserta,” sebut dia. (ozi/ais)

 

Komentar

Rekomendasi