oleh

PTPN VII Alami Defisit Keuangan

Radarlampung.co.id – Usai berunjuk rasa, 10 perwakilan buruh PTPN VII unit Bergen beraudiensi dengan Sekeretaris PTPN VII Agus Fahroni di Kantor PTPN VII, Kedaton, Bandarlampung, Kamis (7/2).

Dalam pertemuan itu, Agus mengatakan bahwa pihak direksi saat ini sedang bersikeras mengatasi defisit keuangan yang berimbas kepada gaji buruh.

“Hari ini direksi tidak ada di tempat, itu karena terus mencari solusi masalah kita. Kami juga sedang upayakan restrukturisasi hutang di bank supaya gaji dan hak para buruh bisa terpenuhi. Tidak ada alasan untuk menunda gaji, ini bukan alasan yang dibuat-buat. Sebab sebelum kondisi kita begini, tidak ada cerita gaji terlambat, hak karyawan tetap kita bayarkan, jadi mohon bersabar dengan kondisi keuangan saat ini,” jelas Agus.

Agus menambahkan, persoalan mutasi yang dilakukan pihaknya tidak lain adalah upaya perbaikan atas kebijakan perusahaan sehingga berpengaruh kepada karyawan.

“Belum tentu, setiap kebijakan itu mengarah atau dinilai merugikan atau buruk. Saya pastikan semua aspirasi akan disampaikan kepada manajemen,” pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan buruh PTPN VII unit usaha Bergen berunjuk rasa di depan gedung  serbaguna Kompleks Direksi PTPN7, Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, Kamis (7/2). Mereka menuntut pembayaran gaji dari perusahaan plat merah tersebut.

Dalam orasinya, perwakilan Petani PTPN VII unit Bergen, Pairin meminta hentikan segala intimidasi yang dilakukan terhadap para buruh, serta meminta kepastin gaji yang selalu dibayarkan terlambat.

“Kami hanya meminta gaji kami dibayarkan secara tepat waktu. Bagi kami itu sebagai intimidasi terhadap buruh karena kami sudah bekerja secara penuh dan melaksanakan kewajiban, upah kami sebagai penyadap hanya Rp2,1 juta perbuan, belum potongannya. Bayangkan harusnya dibayarkan Desember ini, baru bisa dibayarkan 24 Januari. Tentu kami menjerit,” ujarnya. (Mel/kyd)

Komentar

Rekomendasi