oleh

Perangi Zat Berbahaya, Herman H.N. Berharap BPOM Kerja Serius

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bahan makanan berbahaya masih sering ditemukan di tengah masyarakat. Menurut catatan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung, bahan makanan berbahaya yang masih kerap ditemukan adalah boraks dan pewarna Rhodamin B.

BBPOM Bandarlampung pun menyatakan tidak henti melakukan edukasi, minimal setiap dua minggu sekali kepada masyarakat mengenai kandungan bahan makanan, obat, dan kosmetik yang berbahaya. Salah satunya dengan metode Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) ke masyarakat.

Kepala BBPOM Bandarlampung Syamsuliani menuturkan, di umur BPOM yang telah memasuki usia 18 tahun, pihaknya akan berusaha semakin meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang, serta mengeluarkan terobosan-terobosan baru agar BBPOM benar-benar dapat melindungi semua masyarakat.

“Hari ini kami mengadakan perayaan HUT BPOM serentak se-Indonesia, di umur yang masih terbilang remaja ini, kami harus hadapi tantangan meski semakin besar kedepannya. Kami harus siap melakukan terobosan atau regulasi pendukung, suapaya BPOM benar-benar berdaya guna melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Pada perayaan yang berlangsung di Tugu Adipura, Bandarlampung, Minggu (10/2) dilakukan berbagai kegiatan. Mulai Jalan Sehat bersama Wali Kota Bandarlampung Herman H.N., donor darah, pemeriksaan makanan di area car free day oleh laboraturium keliling, cek kesehatan, KIE, dan lainnya.

“Seperti pengecekan makanan dan minuman yang didagangkan di area Tugu Adipura sudah kita cek, alhamdulilah tidak ditemukan kandungan berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat, kami juga melakukan cek kesehatan gratis, donor darah, KIE dan lainya,” ucapnya.

Ditanya kandungan berbahaya apa yang masih banyak ditemukan di masyatakat, Syamsuliani menyebut pewarna Rhodamin B dan Boraks yang memang kerap didapati samapai akhir 2018 lalu. “Alhamdulilah seminggu lalu sudah koordinasi sama pak wali, pak wali memberikan dukungan dana dan tim, sehingga diharapkan dapat menekan peredaran zat berbaya tersebut,” ucapnya.

Edukasi yang rutin dilakukan oleh BBPOM, yaitu KIE setiap dua minggu sekali, menampilkan produk-produk berbaya dan tidak terdaftar baik yang ada di Bandarlampung maupun Indonesia, serta rutin membagi brosur. “Jadi kita harapkan, masyarakat yang semula tidak tahu jadi tahu,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. berharap di HUT BPOM ke-18 ini, BPOM bersama Pemerintah Kota Bandarlampung bersama-sama mengawasi obat dan makanan di Kota Tapis Berseri agar masyarakat dapat terlindungi dari zat berbahaya dan hidup sehat.

“Segera akan kita mulai kembali di tahun 2019, bersama BPOM, pemkot akan mengawasi obat, makanan di Kota Bandarlampung secara lebih serius,” ucapnya. (pip/sur) 

Komentar

Rekomendasi