oleh

Soal Uighur, Tiongkok Minta Turki Tarik Tuduhannya

radarlampung.co.id-Pemerintah Turki mengutuk atas perlakuan Tiongkok terhadap etnis Muslim Uighur, yang dianggap sebagai tindakan memalukan bagi umat manusia. Ankara juga mendesak Tiongkok untuk menutup kamp-kamp konsentrasi, tempat lebih dari 1 juta warga Uighur ditahan.

“Bukan lagi rahasia bahwa Tiongkok secara sewenang-wenang dengan menahan lebih dari satu juta warga Uighur di kamp-kamp yang jadi sorotan masyarakat internasional tersebut. Mereka ditangkapan sewenang-wenang, menjadi sasaran penyiksaan dan pencucian otak politik di pusat-pusat konsentrasi dan penjara,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy.

Menanggapi tuduhan tersebut, Tiongkok membantah klaim Ankara bahwa seorang penyair terkenal dari minoritas Muslim telah meninggal dalam tahanan. Pihaknya menilainya sebagai kebohongan yang absurd.

Pada hari Minggu, Tiongkok merilis sebuah video yang menunjukkan seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Heyit dan mengatakan, bahwa dia masih hidup dan sehat.

“Tiongkok telah membuat representasi khidmat terhadap Turki. Kami berharap orang-orang Turki yang relevan dapat membedakan antara yang benar dan yang salah dan memperbaiki kesalahan mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying.

Komentar

Rekomendasi