oleh

Bayi Penderita Hydrocephalus Berharap Bantuan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bayi laki-laki berusia 7 bulan, berdomisili di Jl. Bungamayang, Nomor 266, Kelurahan Kotabumi Kota, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), mengharapkan uluran tangan pemerintah dan para dermawan.

Bayi munggil bernama lengkap Adrian Azzam Faturrahman ini menderita penyakit Hydrocephalus (pembesaran kepala, Red). Keterbatasan ekonomi keluarga membuat anak pertama pasangan Saputra dan Ratih Purwasih itu, hanya dapat terbaring lemah di rumahnya.

Menurut keterangan Ratih, ibu kandung Adrian, anaknya mengidap penyakit Hydrocephalus sejak dalam kandungan 7 bulan. Pada rongga otak (ventrikel) terdapat penumpukan cairan. Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya.

“Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini,” ungkapnya, Kamis (14/2).

Lebih lanjut, menurut keterangan Ratih, Andrian lahir secara cesar di rumah sakit Handayani pada 4 Juli 2018 lalu. Dan, penyakit itu mulai tampak pada anaknya saat berumur satu bulan. Saat ini orang tua Andrian, sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Dari penghasilan sang ayah, Eko sebagai karyawan swasta di gudang perusahaan produk makanan di bilangan Kotabumi Lampura, tidak mampu mengobati Andrian secara total. Dengan penghasilan per bulan yang tidak seberapa, hanya habis untuk biaya hidup sehari-hari, serta mengobati sang buah hati.

“Andrian sejak berumur satu bulan kepalanya memang sudah mulai membesar. Untuk membiayainya kami tidak mampu dan hanya berharap bantuan para dermawan dan semua pihak,” harap Ratih, seraya mengusapkan tisu ke bagian matanya.

Selain itu, ia juga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Lampura, dapat memberikan bantuan pengobatan terhadap anaknya, yang saat ini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi kepala semakin hari semakin membesar.

“Mudah-mudahan Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan pengobatan pada anak saya ini. Kalau saat ini kami hanya bisa berdo’a dan pasrah saja mas dengan keadaan Andrian saat ini. Semoga pemerintah, membuka pintu hatinya membantu keluarga kami,” tutup Ratih. (ozy/sur)

Komentar

Rekomendasi