oleh

Kerja Tanpa APD, Dua Buruh Pelindo Panjang Dianiaya Security

Radarlampung.co.id – Diduga bekerja tak sesuai Standar Operasinal Prosedur (SOP), dua buruh Pelindo II menjadi korban pihak security sehingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di area Pelabuhan Panjang, Kamis (14/2).

“Itu jam sebelas siang kejadianya, tiba-tiba mereka (security) berjumlah 7 orang dateng pakai dua mobil dan langsung saja mukulin teman-teman kita, katanya tida gunakan rompi dan Helm alasannya,” kata Ardi, Kepala regu buruh kerja tersebut.

Menurut Ardi, akibat penganiayaan tersebut, kedua rekannya yang  bernama Teguh itu mengalami luka cukup parah dan dilarikan ke Puskesmas Panjang.

“Kan ada dua yang satu buruh namanya Teguh dan satu lagi Suveryor tapi saya lupa namanya, yang parah itu Teguh luka dibagian kepala, dahi dan dipukul juga dibagian dada,” ungkapnya.

Ditemui di Puskesmas Panjang, seorang petugas jaga membenarkan bahwa ada seorang buruh yang sudah melakukan visum. “Iya benar, tapi sudah tidak ada disini orangnya,” singkat wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Terpisah, Humas Pelayanan  Pelanggan Pelindo Panjang, Frans Fradian mengakui adanya persitiwa tersebut.

“Iya benar, Saya barusan saja telepipn kepala pengamanan disana dan benar ada insiden kontak fisik antara buruh panggul bongkar muat dengan security,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Dijelaskannya, kejadian tersebut terjadi karena kedua buruh tersebut tidak menaati peraturan di areal wajib alat pelindung diri (APD).

“Karena yang bersangkutan tidak menghiraukan maka terjadilah kontak fisik itu, kita kan menuju pelabuhan for class level clas internasional. Jadi kita lakukan persyaratan tertib APD, terkait itu sudah ada dalam UU no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja,” pungkasnya. (mel/kyd)

Komentar

Rekomendasi