oleh

Buruh Pelindo Panjang Minta Polisi Usut Tuntas Kasusnya

Radarlampung.co.id – Satu dari dua buruh Pelindo Panjang yang menjadi korban pemukulan sekolompok security meminta aparat kepolisian menindak para pelaku.

Salah satu korban Teguh Maulana (27), warga kedamaian Bandarlampung menyayangkan kejadian itu dialami dirinya dan rekannya pada saat jam kerja, Kamis (14/2) lalu.

“Mengapa mereka tidak mengingatkan kesalahan saya ketika masuk ke dalam teli atau tempat kerja itu, sedang saya kan selalu melewati pos penjagaan dan sudah tiga hari saya tidak pakai helm dan rompi,” katanya daat ditemui di Rumah Sakit Imanuel, Bandarlampung, Jumat (15/2).

Menurutnya, saat kejadian dirinya hanya meminta sedikit waktu kepada para petugas keamanan Pelindo tersebut yang memintanya keluar dari tepat kerja, mengingat dirinya sedang menyelesaikan permainan di ponsel genggamnya.

“Posisinya saya sedang jaga sendirian, mereka itu tiba-tiba datang. Katanya ada sidak terus menegur saya kenapa tidak pakai APD, saya jawab iya pak sebentar nanti saya pakai,  terus dia jawab emangnya saya mau nungguin kamu main game, kalau saya keluar ga ada yang jaga nanti pak,” ucap buruh bongkar muat tersebut.

Sementara itu, Pemerhati Buruh, Agus menyatakan bahwa tindakan pemukulan tidak berhak dilakukan oleh petugas security. “Security tidak berhak melakukan pemukulan, kita pertanyakan juga kenapa bisa langsung naik pitam seperti itu,” singkatnya. (mel/kyd)

Komentar

Rekomendasi