oleh

Bobby Akui Zainudin Hasan Pemilik Sah PT. Krakatau Karya Indonesia

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bobby Zulhaidir mengungkapkan bahwa PT. Krakatau Karya Indonesia yang bergerak di bidang penjualanan aspal dan kontraktor merupakan milik terdakwa Zainudin Hasan, hal itu ia jelaskan dihadapan anggota majelis hakim Baharudin Naim di lanjutan persidangan suap fee proyek infrastruktur Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), di Pengadilan Tipikor Kelas IA Bandarlampung, Senin (18/2).

Baharudin Naim sedikit kesal kepada Bobby Zulhaidir bagaimana tidak, saat memberikan keterangan Bobby bertele-tele dalam memberikan jawaban saat ditanya Baharudin mengenai pemilik dari PT. KKI yang dikelola oleh Bobby. “Pemilik PT.KKI ini siapa? Jangan belagak beloon saudara. Jelaskan saja sebenarnya,” hardik Baharudin.

Bobby pun menjawab bahwa pemilik resmi PT. KKI merupakan Zainudin Hasan. “Ya, kalau di kepengurusan beliau (Zainudin, red) yang punya,” jelas Bobby.

Lalu Baharudin kembali bertanya kepada Bobby, kenapa setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT. KKI tidak pernah ada nama dari PT. KKI. Tetapi, PT. KKI yang terus mendapatkan jatah proyek. “Kalau itu memang kami meminjam nama perusahaan lain dan tidak memakai nama PT. KKI,” jawab Bobby.

Dan Baharudin pun meminta penjelasan bagaimana caranya ia mendapatkan jatah proyek dan bisa meminjam nama-nama perusahaan lain agar mengerjakannya. “Saat itu saya berkoordinasi dengan Anjar Asmara di akhir tahun 2017, bahwasanya disuruh menyiapkan beberapa bendera yang ingin mengikuti lelang proyek. Dan setelah dibagi saya dapat jatah 12 paket proyek dan total nilai pagunya Rp38 miliar,” beber Bobby.

Baharudin menanyakan lagi ke Bobby apakah selama mendapat jatah proyek itu, Bobby juga diwajibkan untuk membayar komitmen fee seperti halnya rekanan-rekanan lain. “Jadi kalian juga disuruh dan diwajibkan membayar fee tidak,” tanya Baharudin.

Jawaban Bobby pun sangat mengejutkan, bahwa ia mengaku selama mendapatkan proyek tak ada pembicaraan untuk menyetor fee. “Kami tidak pernah dimintai komitmen fee, keuntungan yang didapat sebesar Rp9,9 miliar dan itu masuk ke PT.KKI semua,” terang Bobby.

Lalu Bobby pun menjelaskan bahwa di tahun 2018 pihaknya pun mendapatkan lagi jatah proyek yang sebesar Rp78 miliar. “Kami baru dapat proyek dari tahun 2017 hingga tahun 2018,” tandasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi