oleh

Lamteng Langka Pupuk, Bupati Lamteng : Malu-Maluin Gua Aja !

radarlampung.co.id. – Permasalahan pupuk yang langka dan sering dikeluhkan petani membuat Pemkab Lampung Tengah akan mengambil kebijakan menolak pupuk subsidi tahun depan. Pemkab Lamteng menginginkan droping pupuk sebanyak banyaknya.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan, jatah pupuk subsidi untuk petani yang diterima hanya 20 persen sehingga sering terjadi kelangkaan.

“Kita hanya dikasih 20 persen. Malu-maluin gua aja. Banyak petani nggak kebagian dan timbul kecemburuan,” seloroh Loekman, kamis (21/2).

Karenanya, lanjut Loekman, untuk 2020 Pemkab enggan menerima pupuk subsidi. “Dropping sebanyak-banyaknya saja ke Lamteng, sehingga kebutuhan petani akan pupuk tercukupi. Kita ambil kebijakan ini daripada jadi permasalahan untuk petani. Apalagi 70 persen masyarakat Lamteng petani,” kata bupati yang kerap menemui warganya ini.

Lantas, apakah petani mampu beli pupuk subsidi ? “Petani mampu beli. Terpenting ketersediaanya. Justru harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah saja, petani mampu membeli. Menjadi kebiasaan ketika pupuk langka, produsen, distributor, dan pengecer bermain menaikkan harga. Itu pun masih tetap dibeli petani. Kalau pupuk tersedia tidak ada yang bermain lagi,” tegasnya.

Loekman mengingatkan kepada produsen, distributor, dan pengecer tidak bermain-main soal pupuk. “Saya minta jangan bermain-main dengan pupuk! Saya sudah minta pihak kepolisian menindak bagi oknum yang bermain soal pupuk. Siapa pun di belakangnya, saya tidak pernah takut,” tegasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini Lamteng dapat jata pupuk subsidi Urea 55.340 ton, SP 8.000 ton, NPK Phonska 28.000 ton, ZA 2.500 ton, dan Organik 3.800 ton. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi