oleh

Pemilih Cerdas Abaikan Uang dan Sembako

radarlampung.co.id – Relawan Demokrasi KPU Bandarlampung membidik masyarakat marginal yang berada di pesisir Bandarlampung tepatnya di Kelurahan Kangkung, Bumi Waras. KPU menyasar wilayah ini untuk memberikan pendidikan politik agar tak mudah tertipu calon wakil rakyatnya melalui politik uang.

Ketua KPU Bandarlampung Fauzi Heri saat sosialisasi di MII Ujung Bom, Kangkung, Bumi Waras ini menggambarkan betapa harus berhati-hatinya dalam memilih calon wakil rakyatnya dan menghindari apapun potensi kerusuhan yang akan terjadi.

“Pemilu memang berpotensi kerusuhan diakibatkan karena berlawanan politik. Ketika ada seperti ini,  harapan kami ibu-ibu yang maju ke depan agar tak jadi kerusahan. Karena esensi pemilu bukanlah berantem tetapi demokrasi,” sebut Fauzi saat melakukan sosialisasi, Senin (25/2).

Soal politik uang, dirinya juga meminta masyarakat untuk tak menerima dari tim atau caleg. Fauzi mengibaratkan hal itu pada beberapa kepala daerah atau anggota DPRD yang telah ditetapkan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

“Bapak ibu tahu dan pernah nonton berita ada orang yang ditangkap pakai rompi oranye oleh KPK? Itu semua hasil pemilu. Seperti bupati, walikota,  DPRD juga. Menmilihnya karena diberi (uang), itulah masalah yang membuat pemimpin hasil pemilu menjadi korupsi. Jadi sekarang hatinya pemilih cerdas yang memilih bukan karena diberi uang dan sembako, tetapi murni karena ingin memperbaiki negara Indonesia,” tandasnya.

Sementara usai kegiatan Fauzi memang menyebut wilayah pesisir pantai menjadi rawan “bagi-bagi” oleh caleg. Maka itu KPU berupaya merubah pola pikir masyarakat sekitar untuk menolak menerima pembagian dengan maksud tertentu.

“Karena disini kampung nelayan tempat yang cukup rawan ada bagi-bagi. Kami juga jelaskan mereka harus jadi pemilih yang cerdas, kalau ada bagi-bagi money politik laporkan panwas agar ada efek jelas,” pungkasnya. (rma/kyd)

Komentar

Rekomendasi