oleh

Belasan Penceramah Jadi Penyejuk Suasana Lampung Hijrah Fair 2019

Radarlampung.co.id – Belasan penceramah dan pembicara kondang akan mengisi acara  Lampung Hijrah Fair 2019 yang akan digelar di Balas Krakatau, Kemiling, Bandarlampung. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 1-3 Maret mulai pukul 9.00 – 19.30 WIB.

Para penceramah tersebut di antaranya ust. Widjayanto, ust. Faiz Ibrahim, ust. Syakir Sula, ust. La Ode Munafar, ust. Herwibowo, ust. Handy Bonny, ust. Cahyo Ahmad Irsyad, ust. Husain Assadi, ust. Syukron Muhtar, ust. Ahmad Fatoni, ust. Firman, ust. Warji, ustadzah Emaralda Noor Achni, serta ust. Sakti, mantan personel Shella On7. 

Kemudian para pembicaranya seperti, Mario Irwinsyah, Arie Untung, Hawariyyun, Kholid Ridwan, Abizar Al Ghifari, dan Aleeya Sholawat. Mengusung tema Share Your Happiness, dalam event ini akan digelar sejumlah kegiatan seperti Dakwah, Kajian Ilmu, Exhibition, Ngaji Bareng, Hapus Tattoo, Kisah Hijrah, dan lain-lain. 

Dewan Pembina Lampung Hijrah Fair, Iwan Rinaldo Syarief mengatakan, ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Ngaji bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Lampung dan Hijrah Qu Siap. 

Iwan mengatakan, kegiatan ini digelar dengan harapan dapat membantu para generasi muda untuk tetap menjaga akhlak di tengah-tengah berkembangannya teknologi dan digitalisasi. Terlebih, generasi muda merupakan harapan bangsa untuk melanjutkan pembangunan. 

“Sebab di tengah perkembangan jaman dimana informasi menyebar dan hampir tidak bisa tersaring dengan baik, generasi muda harus dijaga agar tetap dalam koridor yang tepat,” kata Iwan, Kamis (28/2). 

Namun, sambung dia, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan generasi muda untuk membentuk kajian yang lebih modern dan tidak membosankan. Karenanya kegiata Lampung Hijrah Fair 2019 ini dikemas dengan konsep pengajian yang menyenangkan bagi para generasi muda. 

Dalam event ini juga akan mempertemukan beragam kelompok dan komunitas dakwah yang diharapkan dapat saling menguatkan. “Sehungga event ini nantinya tidak hanya akan mempersatukan kajian yang biasanya dilakukan secara terpisah di komunitas, tetapi juga menjadi ajang silahturahmi,” pungkasnya. (ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi