oleh

Geger Tahanan Lapas Waykanan Dikeroyok, Petugas Bantah Setting Pembiaran

radarlampung.co.id-Dugaan pengeroyokan terhadap tahanan titipan mengemuka di Lembaga Permasyarakatan Klas ll B Waykanan. Hal ini terungkap saat keluarga Nudin, salah seorang tahanan titipan mendatangi lapas tersebut untuk meminta klarifikasi.

Menurut Andi Helmi, salah satu anggota keluarga Nurdin, peristiwa pengeroyokan bermula saat Nurin hendak pulang ke Blok A usai menerima kunjungan  keluarga, rabu (27/2) siang.

“Saat itulah dirinya dikeroyok belasan tahanan dari Blok B yang entah mengapa pintu tahanan mereka terbuka, tanpa ada pengawalan dari keamanan lapas,” tutur Andi Helmi, rabu (27/2) malam kepada wartawan.

Menurutnya, Nudin sempat ditusuk benda tajam di bagian lengan. Karena insiden itu, lanjut Andi, pihak keluarga langsung mendatangi lapas, rabu (27/2). Pihaknya mempertanyakan kenapa tahanan blok lain bisa leluasa mengeroyok Nudin. “Kemana para pegawai lapas ? Sehingga pengeroyokan itu bisa terjadi,” tanya Andi.

Terpisah Indar Laya, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Waykanan membantah pihaknya melakukan pembiaran pengeroyokan Nudin. Pihaknya juga membantah tudingan mensetting pengeroyokan itu.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat usai salat zuhur. Petugas tengah beristirahat dan akan ada jadwal pembagian jatah makan siang bagi warga binaan blok B.

“Setelah kejadian kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang dikatakan melakukan pengeroyokan. Dimana hasilnya, sama sekali tidak ada seting menyeting, melainkan spontanitas tahanan atas kejadian yang menimpa temanya,” katanya via ponsel kamis (28/2).

Menurut Indar, Nudin memiliki masalah dengan salah seorang warga binaan Blok B bernama Angga.

“Saat Nudin dibesuk keluarganya, Angga yang tidak ingin ribut membuang muka agar tidak melihat pembesukan Nudin oleh keluarganya. Akan tetapi setelah Nudin kembali ke bloknya, Nudin menegur Angga dengan kata kata yang tidak sopan sehingga terjadilah keributan itu, “ ujar Indarlaya.

Menurutnya petugas dan dirinya langsung berlari melerai saat mendengar terjadi keributan. “Kalau memang kami membiarkan dia (Nudin, red) dikeroyok oleh tahanan lain, saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi,” ujar Indar Laya.

Saat ini, lanjut Indar Laya, suasana dan kondisi lapas sudah kembali kondusif. Dirinya juga meminta para warga binaan untuk mengikuti aturan yang ada di lapas. (sah/wdi)

Komentar

Rekomendasi