oleh

Ridho: Lampung Hijrah Fair jadi Daya Tangkal Kenakalan Remaja

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lampung Hijrah Fair 2019 berlangsung tiga hari, hingga 3 Maret. Acara yang terpusat di Balai Krakatau, Bandarlampung, tersebut mendapatkan apresiasi dari Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Menurut Ridho, kegiatan ini bisa menjadi tren positif untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat Lampung, khususnya yang masih dalam usia muda di tengah-tengah progres kemajuan provinsi Lampung.

“Pemerintah provinsi Lampung tentu menyambut baik kegiatan semacam ini. Sebab kualitas sumber daya manusia juga menjadi satu hal yang sangat penting untuk dipersiapkan di tengah-tengah kemajuan provinsi Lampung,” katanya kepada awak media saat menghadiri Hijrah Fair, Jumat (1/3).

Persiapan, sambung dia, bukan hanya dilakukan dari segi akademik, tetapi juga dari sisi spritual agar Lampung masih tetap memiliki generasi muda yang baik. Selain itu, sambungnya, dengan adanya kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat lainnya seperti membuat komunitas keagamaan ini bisa semakin besar.

“Komunitas semacam ini juga dapat menjadi daya tangkal tersendiri bagi masyarakat di tengah-tengah perkembangan jaman. Ini bisa menjadi daya tangkal alami masyarakat dari bahaya narkoba, kenakalan remaja dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara itu, Ustad Wijayanto yang hadir memberikan ceramah sempat membawakan materi tentang hijrah. Dalam paparannya, dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para remaja untuk berhijrah.

 

“Hijrahnya harus yang istiqomah, karena kematian itu pasti. Tidak tahu kapan, dimana, dan sebab-sebabnya,” kata Ustad Wijayanto dalam ceramahnya, Jumat (1/3).

Dia melanjutkan, di jaman ini kematian justru banyak terjadi pada usia-usia muda yang produktif. Banyak faktor yang melandasi mulai dari kenakalan remaja seperti tauran, narkoba, aborsi, dan lain-lain. Karenanya, generasi muda diharapkan dapat lebih baik dalam mengambil sikap.

“S aya sangat mengapresiasi pemuda di Lampung yang banyak mengikuti komunitas keagamaan dan berhijrah. Hijrah bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Misalnya yang tadinya senang dengan musik, sekarang mulai dengan mendengarkan musik-musik Islami,” pungkasnya. (ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi