oleh

Jadilah Pemilih Cerdas, Jangan Terpengaruh Black Campaign!

radarlampung.co.id – Kunci mencegah black campaign dan negative campaign adalah dengan menjadi pemilih cerdas. Dengan begitu, tidak mudah terhasut oleh informasi negatif yang cenderung berisi kebohongan.

“Mari jadi pemilih cerdas. Pilihan politik itu, ya terserah. Tapi kita tetap bersaudara selamanya. Saya rasa masyarakat Tanggamus dan Pringsewu ini sudah cerdas. Ini terlihat dari yang hadir saat talkshow. Ada tokoh lintas agama dan parpol. Tapi tidak ada yang rebut-ribut,” tegas Karoops Polda Lampung Kombes Pol Yossi Hariyoso saat talkshow dalam kunjungan Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa di gedung fasilitas utama Kompleks Islamic Center Kotaagung, Senin (4/3).

Sementara talkshow yang dipandu Livianti itu mengangkat tema Negative Campaign or Black Campaign. Selain Yossi, narasumber yang hadir adalah Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih, dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung Dr. Budiono.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono menyatakan, dirinya cenderung positif campaign. Sebab ini menjual program dan gagasan. ”Pemilu bukan ajang pemecah, tapi pemersatu bangsa,” sebut Budiono.

Pada bagian lain, Handi Mulyaningsih menjelaskan, sejatinya masa kampanye adalah pendidikan politik bagi masyarakat. Karena itu sudah seharusnya peserta pemilu menyampaikan pesan politik dengan baik dan bertanggung jawab.

Black campaign itu untuk menjatuhkan lawan politik yang sifatnya menghujat. Bahkan sampai kepada sifatnya pribadi. Padahal dalam aturannya, kampanye menyampaikan visi misi program,” ujarnya.

Saat closing statement, Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi atau ikut menyebarkan hoaks. Sebab penyebar hoaks bisa diancam pidana.

“Dalam pasal 28 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pelaku penyebar hoaks bisa dipidana dengan ancaman enam tahun penjara,” tegas Teddy.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati A.M. Syafi’i menyatakan,  masyarakat Tanggamus sudah cerdas dan dewasa. Meski berbeda pilihan, tapi kondisi tetap kondusif.

”Kita kumpul lintas agama dan etnis tanpa mengedepankan perbedaan. Kita terikat dalam satu pemikiran. Pluralisme adalah sebuah kodrat dan memeliharanya sebagai prestasi. Alhamdulillah, Tanggamus situasinya kondusif menjelang pemilu ini. Kondisi ini sama saat pilkada tahun lalu,” kata Syafi’i. (ral/ehl/ais)

 

 

Komentar

Rekomendasi